Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Pinrang

Bank Mini SMKN 1 Pinrang Macet, Kas Kosong dan Uang Nasabah Rp 2 Miliar Tidak Kembali

Bank Mini Sekolah (BMS) milik SMK 1 Pinrang macet. Uang nasabah tidak bisa ditarik.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Sudirman
ist
Logo SMKN 1 Pinrang 

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO -  Bank Mini Sekolah (BMS) milik SMK 1 Pinrang macet. Uang nasabah tidak bisa ditarik.

Diketahui, ada 200 orang yang kini jadi nasabah dari BMS. Terdiri dari guru dan kerabat guru.

Kepala SMK 1 Pinrang, Lasidang mengaku jauh sebelum ia menjabat sebagai kepala sekolah, BMS sudah eksis tahun 2000'an.

"Saya baru tahu kalau BMS bermasalah setelah banyak keluhan dari nasabah," ujarnya, Kamis, (04/03/2021).

Ia menuturkan, sekarang ini BMS macet. Sementara banyak nasabah yang ingin menarik uangnya. Namun, kas BMS malah kosong.

"Macet memang. Banyak yang tidak kembalikan dana yang dipinjam di BMS," tuturnya.

Estimasi uang yang harus dikembalikan oleh BMS, berkisar pada angka Rp 2 miliar.

"Setahu saya angkanya memang berkisar itu (Rp 2 miliar). Belum ada solusi, kecuali nasabah ditunggu bersabar. Nanti normal bisnis sekolah baru diusahakan dibayarkan itu,” lanjutnya.

Permasalahan ini, lanjut Lasidang, sudah dilaporkan oleh nasabah ke kantor polisi.

Kepala Unit Produksi SMKN 1 Pinrang, Rahman mengatakan dirinya hanya pengelola di BMS.

"Ketuanya itu Pak Amirullah. Saya pengelolanya. Awal berdiri mulai tahun 2000 sampai sekarang. Itu (BMS) usaha sekolah.

Ia mengaku, BMS merupakan usaha sekolah. Pendiriannya tidak mengantongi izin.

"Iya, memang tidak ada izin. Kami hanya berpacu unit produksi. SMK diizinkan untuk dirikan unit produksi. Sementara itu, kami tidak punya izin OJK," imbuhnya.

Rahman berharap nasabah bisa sabar dan menunggu hasil dari bisnis sekolah untuk dibayarkan.

"Saya harap nasabah bersabar. Seandainya saya punya aset, saya bisa korbankan. Kalau nasabah tidak mau bersabar, kami tanggung resiko saja," tambahnya.

Ia mengaku BMS tidak akan macet jika nasabah yang meminjam tidak menunggak.

"Tidak begini (macet) kalau nasabah yang meminjam tidak menunggak. Sekitar Rp 2 miliar itu, sebagian sudah dibayarkan," tutupnya.

Laporan wartawan Tribunpinrang.com, Nining Angreani.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved