Breaking News:

Tribun Sinjai

Satpol PP dan Bea Cukai Sita 22.700 Batang Rokok Ilegal di Sinjai

atuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Sinjai bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Makassar, melakukan operasi (Ops)

ist
Satpol PP Sinjai bersama petugas Bea Cukai Makassar sedang perlihatkan rokok ilegal 

TRIBUNSINJAI.COM,SINJAI UTARA-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Sinjai bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Makassar, melakukan operasi (Ops) gabungan pemberantasan rokok illegal, Selasa (2/3/2021).

Mereka memasuki 51 toko yang tersebar di wilayah Kecamatan Sinjai Utara.

Dalam Ops gabungan rokok ilegal terdapat 31 personel, diantaranya 17 dari Bea Cukai Makassar yang dipimpin Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Siswo Kristyanto.

Sedangkan 14 personel dari Satpol PP yang dipimpin Kepala Bidang Penegakan Perda Dinas Satpol PP dan Damkar Sinjai, Muh. Nur Abdullah.

Hasilnya, tim operasi gabungan mendatangi 51 toko baik berupa toko grosir, toko besar, maupun toko kecil.

Mereka berhasil menyita sebanyak 22.700 batang rokok ilegal berbagai merk yang dilekati pita cukai palsu dengan potensi kerugian negara sebesar Rp11.917.500.

"Kami temukan 22.700 batang rokok ilegal di Sinjai dan kami sita sesuai dengan amanah dari Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai", kata Siswo Kristyanto.

Selain melakukan pemeriksaan, pihaknya bersama Satpol PP Sinjai juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat memahami ciri-ciri rokok ilegal dan modus-modus pelanggaran yang sering terjadi di masyarakat.

Selain itu, tim gabungan juga melakukan pemasangan stiker Gempur Rokok Ilegal di setiap toko yang dikunjungi dalam pelaksanaan Ops gabungan tersebut.

"Kami juga memberikan edukasi pemilik toko agar dapat melaporkan apabila menemukan rokok ilegal kepada petugas", tambahnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan ops ini merupakan bentuk sinergi antara Bea Cukai Makassar bersama Satpol-PP Sinjai.

Hal ini dalam mengoptimalkan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk menekan angka rokok ilegal melalui program di bidang penegakan hukum.

Operasional ini juga merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP ke-71. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved