Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Pengamat Nilai Ada Politik Balas Jasa di Kasus Nurdin Abullah

Pengamat politik Universitas Hasanudin Andi Ali Armunanto menilai, ada motif politik balas jasa dalam kasus Nurdin Abdullah

Dok Humas Pemprov Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Prof Nurdin Abdullah. (Foto Humas Pemprov Sulsel) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat politik Universitas Hasanudin Andi Ali Armunanto menilai, ada motif politik balas jasa dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur yang menjerat Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan Nurdin Abdullah diduga sudah lama bekerja sama dengan penyuapnya, Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

Selain itu, KPK juga mendalami dugaan gratifikasi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah diduga untuk membayar utang dana kampanye.

Saat ini, penyidik KPK mendalami uang dugaan gratifikasi Nurdin Abdullah kemana saja.

KPK menduga Nurdin Abdullah memberikan kontrak proyek kepada rekanan yang mendukungnya atau pernah menjadi tim kampanyenya saat pencalonannya sebagai gubernur Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Ali Armunanto menilai, relasi kerja sama tersebut menandakan adanya politik balas jasa Nurdin Abdullah karena telah dibantu kampanye Pilgub Sulsel 2018.

"Saya pikir maknanya adalah balas jasa karena telah dibantu pada saat kampanye," kata Ali saat dihubungi Tribun Timur, Rabu (3/3/2021).

Dalam pandangan Ali Armunanto, kasus dugaan gratifikasi Nurdin Abdullah tidak hanya melibatkan pejabat pemerintah dengan pengusaha.

Konteksnya dinilai lebih luas, yaitu melibatkan pengusaha, aparatur negara dan penguasa.

Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto adalah seorang pengusaha.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved