Breaking News:

Gempa Sulbar

Jelang Ramadan 1442 H, Ikatek Unhas, Bersama Berbagi & MaHtaN Bangun 2 Masjid di Lokasi Gempa Sulbar

Masjid darurat bernama "Al Fatih" bantuan Ikatek Unhas dibangun di puncak gunung Malunda, di lokasi Kampung Sunnah Baroangin, Kabupaten Majene.

dok ikatek unhas
Bersama Berbagi dan MaHtaN serta warga bergotong royong membangun Masjid Darurat yang diberi nama "Kembali Ke Allah" di Dusun Galung Timur, Kelurahan Galung, Kecamatan Tappalang Kabupaten Mamuju.
dok ikatek unhas
Komunitas Bersama Berbagi dan MaHtaN serta warga bergotong royong bangun masjid di atas reruntuhan
dok ikatek unhas
Masjid darurat bernama "Al Fatih" bantuan Ikatek Unhas dibangun di puncak gunung Malunda, Kampung Sunnah Baroangin, Kabupaten Majene.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Kondisi pengungsi di lokasi Gempa Sulbar, baik di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene masih dalam tahap rehabilitasi atau pemulihan.

Gempa di Sulbar terjadi pada Jum'at (15/1/2021) lalu. Artinya hingga Rabu (3/3/2021) musibah yang dialami warga Sulbar sudah 1,5 bulan dalam pemulihan.

Baca juga: Relawan Ikatek Unhas dan Tim Medis RHC Berikan Layanan Medis ke Pengungsi di Ulumanda Majene Sulbar

Baca juga: Dua Hari Relawan Ikatek Unhas Suplai Logistik di Kantor Camat Ulumanda dan Desa Kabiraan, Majene

Aktivitas kemanusiaan masih terus dilakukan selama masa pemulihan ini sejumlah organisasi maupun komunitas lokal, nasional, hingga internasional.

Tak terkecuali Ikatan Alumni Teknik (Ikatek) Unhas dan komunitas Berbagi Bersama yang terus memberikan perhatian ke pengungsi sejak musibah terjadi.

Terbaru, Ikatek Unhas dan Bersama Berbagi serta didukung komunitas Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (MaHtaN) membangun dua masjid darurat di lokasi pengungsian.

Komunitas Bersama Berbagi dan MaHtaN menyerahkan masjid darurat bernama
Komunitas Bersama Berbagi dan MaHtaN menyerahkan masjid darurat bernama "Kembali Ke Allah" di Dusun Galung Timur, Kelurahan Galung, Kecamatan Tappalang Kabupaten Mamuju, 1 Maret 2021. (dok ikatek unhas)

Koordinator Tim Relawan Ikatek Unhas dan Bersama Berbagi Muh Syukri Turusi, mengatakan pembangunan masjid darurat dilakukan karena menjadi kebutuhan warga.

"Apalagi ini sudah semakin dekat dengan bulan Ramadan 1442 Hijriah. Warga di pengungsian minta dibangunkan masjid darurat," kata Rully --sapaan Muh Syukri.

"Sebab, masjid yang lama milik warga terdampak gempa dan kondisi tidak memungkinkan lagi untuk dipakai," jelasnya dalam rilis ke tribun-timur.com.

Rully melanjutkan, Ramadan 1442 H kurang dari 40 hari lagi. Bulan mulia dimana amal-amal baik dilipatgandakan oleh Allah segera kita hadapi.

"Kondisi masyarakat Korban Gempa Mamuju dan Majene masih belum pulih. Masih banyak warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Hasan Basri
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved