Breaking News:

Gempa Sulbar

Indentifikasi Dampak Kerusakan Gempa Sulbar Diminta Dipercepat

Pos komando transisi akibat Gempa Sulbar melakukan rapat monitoring dan evaluasi (monev) terpadu

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Humas Pemprov Sulbar
Pos komando Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana menggelar rapat monitoring dan evaluasi (monev) bersama tim kementerian PKM dan PUPR di Kodim 1418 Mamuju, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Sulbar, dibuka langsung Wagub Hj Enny Anggraeni Anwar, Selasa 2 Maret 2021.(nurhaditribun). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Pos komando transisi akibat Gempa Sulbar melakukan rapat monitoring dan evaluasi (monev) terpadu dalam rangka percepatan penanganan bencana di Aula Kodim Mamuju, Selasa (2/3/2021) kemarin.

Rapat dihadiri Asisten Deputi dan Manajemen Pasca Bencana dari Kementrian Kordinator PMK.

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar yang membuka rapat mengatakan Tim Satgas Transisi mencat, hingga saat ini masih tersisa kurang lebih ada 17 ribu pengungsi di Kabupaten Mamuju, sementara di Kabupaten Majene masih ada sekitar lima ribuan, dengan demikian masih tersisa sekitar 22 ribuan pengungsi.

"Selain Majene dan Mamuju yang terdampak gempa, ada juga beberapa desa yang terdampak seperti Kabupaten Mamasa, Polman dan Mamuju Tengah,"kata Enny.

Ia juga mengatakan, Sulbar saat ini masih menghadapi pandemi covid-19. Pasca gempa bumi, kasus covid-19 melonjak sampai 100 persen. Disebutkan, sebelum gempa terjadi covid-19 di Sulbar, hanya sekitar 2 ribu dan pasca gempa sudah hampir 5 ribu lebih.

“Kami agak kesulitan mendeteksi covid-19 pada saat pasca gempa ini. Ada beberapa permasalahan yang saya hadapi dan saya lihat sendiri di masyarakat bahwa, di pasca gempa ini di pengungsian kurangnya sosialisasi masalah covid dan kami ingin melakukan pengetesan rapid gen dibeberapa pengungsian. Tetapi, begitu mereka tau mau dirapid mereka kosongkan semua pengungsian dan ini lah yang terjadi,"  ujar Enny.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris mengatakan, hingga saat ini tercatat masih ada tujuh titik pengungsian yang dikelola secara langsung oleh Satgas. Dan jumlah pengungsi yang ada masih tergolong besar. Bukan hanya Mamuju dan Majene yang terdampak tetapi, di Mamasa juga ada kurang lebih 594 rumah yang terdampak dengan berbagai spesifikasinya berat, sedang, maupun ringan. 

"Pemprov Sulbar berterima kasih atas segala perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat terhadap Sulbar pada pasca gempa. Karena tanpa bantuan dan perhatian dari pemerintah pusat kami, tidak mungkin sanggup menyelesaikan masalah yang dihadapi. Harapan saya, mari kita memikirkan apa-apa yang harus dilakukan untuk memulihkan sulbar ini menjadi baik kembali dengan harapan Sulbar kembali malaqbi," kata Idris

Asisten Deputi dan Manajemen Pasca Bencana dari Kementrian Koordinator PMK, Nelwan Harahap mengatakan, dalam hal percepatan penanganan, ada dua hal yang penting yang harus dilakukan yaitu perlu percepatan identifikasi, infrastruktur dan pemukiman yang rusak.

"Ini menjadi bagian penting untuk mendukung keberlangsungan hidup para penyintas selama dalam penaganan bencana. Kita juga butuh proses cepat untuk membangun rumah hunian tetap mereka karena penanganan ini tidak diikuti dengan hunian sementara, gantinya diberikan dalam bentuk dana tunggu dunia,"kata Nelwa.

Nelwa juga mengatakan, bisa jadi pilihannya nanti disewa bagi mereka yang tidak memiliki rumah, terutama yang rusak berat, karena yang rusak ringan bisa dipercepat proses perbaikannya melalui kerjasama yang kuat, kordinasi yang kuat antara rekan-rekan TNI atau Korem yang siap sedia jika diperlukan.

“Penanggulangan darurat bencana ini adalah pekerjaan-pekerjaan kemanusiaan, butuh kecepatan, dan dilaksanakan secara ekstra ordinary,”ujar Nelwa Harahap .

Ia pun berharap memasuki bulan suci ramadhan, pengungsi dapat menjalankan ibadah puasanya dengan baik dengan hunian yang sudah layak. Kemudian dipenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar atau kebutuhan sandang dan pangan. (tribun-timur.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved