Pasien 01 Corona Indonesia

Masih Ingat Sita Tyasutami & Maria Darmaningsih? Pasien 01 & 02 Covid-19, Ini Pesan Mereka Sekarang

Apa pesan mereka setelah kasus pandemi Covid-19 yang masih juga belum hilang di Indonesia ?

Editor: Waode Nurmin
Kolase/Tribun Jambi/Instagram/@sitatyasutami
Sita Tyasutami yang dinyatakan sebagai pasien Covid-19 01 di Indonesia 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tepat hari ini setahun lalu, Presiden Jokowi Indonesia mengumumkan Covid-19 terkonfirmasi ada 

Dan orang pertama yang dikonfirmasi adalah Sita Tyasutami, yang kemudian disebut sebagai pasien 01 Covid-19.

Sedangkan pasien 02 Covid-19 adalah Maria Darmaningsih (64) yang tidak lain ibu dari Sita Tyasutami.

Sita Tyasutami yang dinyatakan sebagai pasien Covid-19 01 di Indonesia
Sita Tyasutami yang dinyatakan sebagai pasien Covid-19 01 di Indonesia (Kolase/Tribun Jambi/Instagram/@sitatyasutami)

Kini 1 tahun berlalu bagaimana kabar mereka?

Apa pesan mereka setelah kasus pandemi Covid-19 yang masih juga belum hilang di Indonesia ?

Setahun lalu, Maria Darmaningsih dan Sita Tyasutami, menjadi dua WNI pertama di Indonesia yang diumumkan terinfeksi Covid-19.

Sita disebut pasien 01, sedangkan Maria pasien 02. Beberapa bulan usai kesembuhannya, Maria mengira pandemi ini akan berlangsung singkat saja.

“Saya ingat banget, waktu itu bulan Mei, saya dapat WhatsApp bahwa ada perkiraan Agustus 2020 kemungkinan baru ditemukan vaksin. Aku bilang, masak sih sampai Agustus,” kata Maria melalui sambungan telepon, kemarin malam, Senin (1/3/2021).

“Tahu-tahu, Agustus lewat begitu saja. September juga kok terus saja. Eenggak terbayang aku bahwa akan begini lama, sungguh,” lanjutnya.

Sita Tyasutami (kanan) yang merupakan pasien 01 Covid-19 Indonesia, sedangkan Maria Darmaningsih (tengah) adalah pasien 02.
Sita Tyasutami (kanan) yang merupakan pasien 01 Covid-19 Indonesia, sedangkan Maria Darmaningsih (tengah) adalah pasien 02.(Instagram @sitatyasutami)

Kini Maria banyak berurusan dengan tanaman-tanaman di halamannya, suatu hobi yang sudah ia tekuni sejak tiga tahun silam, dan kian ia geluti di masa pandemi.

Berkebun yang menurutnya bukan sekadar menanam dan memetik hasilnya, melainkan juga sebentuk kasih sayang terhadap tanah, terhadap ibu bumi.

“Ibu bumi, mother earth itu, kan selalu caring (perhatian), memberi kasih sayang, dan itu mencerminkan Gusti Allah juga yang selalu memberi. Jadi saat kita memberikan ke tanah, kita mendapat berkah, dan lalu selalu berbagi sesama tetangga. Itu kebahagiaannya luar biasa,” ungkapnya.

Ketika berbincang dengan Kompas.com semalam, ia bicara banyak soal pandemi secara reflektif dari sudut pandang yang tak terduga: kebudayaan.

Latar belakang Maria sebagai penari kawakan barangkali dapat membantu kita memahami alasannya mengaitkan pandemi dengan kebudayaan kita.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved