Breaking News:

Komisi Pemberantasan Korupsi

Foto Eksklusif Tersangka Gratifikasi Edy Rahmat Penerima Langsung Rp2 Miliar untuk Nurdin Abdullah

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( PUTR ) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat sebagai tersangka penerima gratifikasi dari kontraktor.

handover
Sekretaris PUTR Pemprov Sulsel, Edy Rahmat 

TRIBUN-TIMUR.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sudah menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( PUTR ) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat sebagai tersangka penerima gratifikasi.

Edy Rahmat terjaring operasi tangkap tangan KPK atau OTT KPK setelah menerima uang dari Agung Sucipto, Sabtu (27/2/2021) dini hari.

Dari Facebook Edy Rahmat adalah mantan pegawai dari Kabupaten Bantaeng. 

Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( PUTR ) Pemprov Sulsel, ia menjabat sebagai Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan. 

Edy Rahmat adalah lelaki kelahiran 5 Februari 1975.

Artinya, baru-baru ini dia merayakan ulang tahunnya ke 46. 

Baca juga: Tim KPK Bawa 3 Koper dari Dalam Kantor PUTR Sulsel

Ia bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah diduga menerima total Rp5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy Rahmat dari kontraktor Agung Sucipto.

Edy Rahmat berperan menerima langsung uang dari Agung Sucipto sebagai gratifikasi proyek infrastruktur dalam APBD 2020-2021. 

Selain itu, dia juga diduga menerima uang dari kontraktor lain di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta.

Pada pertengahan Februari 2021 Nurdin Abdullah, melalui ajudannya bernama Samsul Bahri, menerima uang Rp1 miliar.

Halaman
123
Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved