Breaking News:

Tribun Luwu

Musrenbang, Luwu Kini Fokus Pada Pemulihan Ekonomi dan Dampak Sosial Pandemi Covid-19

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kabupaten Luwu, Sulaiman membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), di Aula Pertemuan Kantor Bappelitbangda,

ist
Plt Sekda Kabupaten Luwu, Sulaiman, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Luwu tahun 2019-2024 di Aula Pertemuan Kantor Bappelitbangda, Senin (1/3/2021) 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kabupaten Luwu, Sulaiman membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), di Aula Pertemuan Kantor Bappelitbangda, Senin (1/3/2021). 

Musrenbang dalam rangka penyusunan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Luwu tahun 2019-2024.

Musrenbang mengangkat tema ‘Melalui Musrenbang Perubahan RPJMD kita Tingkatkan Sinergitas Pembangunan Daerah dalam Pemulihan Ekonomi dan Dampak Sosial Era Pandemi Covid-19’. 

Dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Luwu Zulkifli, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu, Camat, dan Kasubag Perencanaan pada masing-masing instansi.

Plt Sekda Luwu, Sulaiman mengatakan, selama masa pandemi, perekonomian dunia dan Indonesia di proyeksi mengalami perlambatan, resesi, dan bahkan depresi ekonomi. 

Untuk itu, pemerintah berupaya mengagendakan kebijakan normal baru agar dampak ekonomi akibat pandemi tidak sampai menimbulkan krisis yang berkepanjangan. 

Kebijakan ini berhubungan dengan perencanaan pembangunan dimana pemerintah sudah menetapkan program, target, dan major projects di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. 

Perkembangan krisis kesehatan yang berdampak pada ekonomi nasional ini praktis membuat seluruh daerah harus menerima dengan rencana-rencana strategis yang telah ditetapkan.

Dimana target disesuaikan secara realistis, asumsi diubah sesuai keadaan sekarang, dan prioritas program jangka pendek dialihkan sebagian besar untuk mengatasi pandemi Covid-19.

"Perubahan arah kebijakan nasional ini tentunya berimbas kepada arah kebijakan di daerah, baik itu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang harus menyesuaikan dengan arah kebijakan pembangunan nasional," kata Sulaiman via rilis Kominfo Luwu.

"Yang didalamnya juga terdapat perubahan beberapa regulasi yang baru seperti pengelolaan keuangan, Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dan peraturan lainnya yang dijadikan pedoman baik dalam proses perencanaan maupun penganggaran di daerah," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Luwu, Zulkifli berharap perubahan RPJMD tetap mengacu pada visi misi Bupati dan Wakil Bupati Luwu periode 2019-2024.

Kepala Bappelitbangda Luwu, Achmad Awwabin mengatakan, RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan daerah dan keuangan daerah.

Serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan indikasi kerangka pendanaan untuk jangka waktu lima tahun, yang disusun dengan menggunakan empat pendekatan perencanaan pembangunan.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved