Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Terancam hingga 20 Tahun Penjara karena Suap, Gimana Agung Sucipto?

Terima suap miliaran, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah terancam hingga 20 tahun penjara.

KPK
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengenakan rompi warna oranye saat dihadirkan dalam konferensi pers KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Ahad atau Minggu (28/2/2021) dini hari. Nurdin Abdullah resmi jadi tersangka korupsi dan ditahan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Terima suap miliaran, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah terancam hingga 20 tahun penjara.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah ( NA ) betul-betul terjungkal di pertengahan masa jabatannya.

Dia ditangkap tangan petugas KPK karena diduga menerima suap atau gratifikasi.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Firli Bahuri membeberkan kronologi operasi tangkap tangan ( OTT ) atas kasus dugaan suap yang menjadikan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ( NA ) sebagai tersangka, pada Ahad atau Minggu (28/2/2021) dini hari.

Menurut Firli Bahuri, kegiatan operasi berawal dari informasi masyarakat terkait adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara pada Jumat (26/2/2021) malam.

Ia mengatakan, KPK menerima laporan bahwa Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto ( AS ) akan memberikan sejumlah uang kepada Nurdin melalui perantara Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel, Edy Rahmat ( ER ), yang juga orang kepercayaan Nurdin Abdullah.

"Pukul 20.24 WIB, AS bersama IF (sopir ER) menuju ke salah satu rumah makan di Makassar dan setiba di rumah makan tersebut telah ada ER yang telah menunggu," kata Firli dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube KPK.

Adapun Agung Sucipto adalah seorang kontraktor yang berasal dari pihak swasta, yang diketahui telah lama mengenal baik Nurdin Abdullah.

Agung Sucipto berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2021.

Firli Bahuri melanjutkan, dengan beriringan mobil, IF mengemudikan mobil milik Edy Rahmat, sedangkan Agung Sucipto dan Edy Rahmat bersama dalam satu mobil milik Agung Sucipto.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved