Breaking News:

Tribun Jeneponto

Kejari Dalami Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Legislator Jeneponto 2016-2017

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto terus mendalami kasus dugaan korupsi perjalanan dinas anggota DPRD 2016-2017 lalu.

TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jeneponto, Ilma Ardi Riyadi 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto terus mendalami kasus dugaan korupsi perjalanan dinas anggota DPRD 2016-2017 lalu.

Hingga saat ini, Kejari sudah memanggil dan meminta keterangan para saksi serta terus bergerak mencari alat bukti.

Hal ini diungkap oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jeneponto, Ilma Ardi Riyadi, saat di konfirmasi tribun, Sabtu, (28/2/2021).

"Kami mencari keterangan saksi-saksi, yang telah kami panggil sejauh ini sebanyak 29 orang dan itu masih terus didalami," ujarnya.

Lanjutnya, Kejari terus melengkapi alat bukti yang di mana harus mendapatkan minimal 2 alat bukti yang kuat untuk menjerat tersangka.

Menurutnya, ia pun harus bekerja sama dengan pihak auditor untuk menghitung berapa kerugian negara pada saat itu.

"Melengkapi alat bukti, minimal 2 dan berkordinasi dengan pihak auditor dalam hal ini BPKP untuk menghitung kerugian negara nanti," ungkap Ardi sapaannya.

Kata dia lagi, kasus ini sudah tahap penyidikan dan berkas yang diamankan di gedung DPRD Jeneponto itu adalah dokumen-dokumen yang berubungan dengan penyelidikan Kejari.

Diberitakan sebelumnya, 7 Desember 2020 bahwa penyidik Kejari geledah kantor DPRD Jeneponto diduga terkait kasus korupsi.

Penggeledahan dilakukan sehubungan dengan adanya dugaan kasus korupsi perjalanan dinas 2016-2017.

Laporan Wartawan Tribun Jeneponto, Rakib

Penulis: Muh Rakib
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved