Pariwisata Sulsel
Langkah OJK 'Selamatkan' Pariwisata Sulsel di Tengah Pandemi Sulsel, Kata Nurdin Abdullah
Forum Group Discussion dengan tema Pengelolaan Potensi Alam dan Wisata Sulsel yang tayang live di channel Youtube Tribun Timur
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kondisi pariwisata Sulawesi Selatan dalam masa pandemi ini diakui ikut merosot.
Meski demikian, pemerintah berpangku tangan dengan segala stakeholder untuk memajukan kembali demi keberlangsungan perekonomian.
Khusus di Sulawesi Selatan pengembangan potensi wisata terus dilakukan.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam program Forum Group Discussion dengan tema Pengelolaan Potensi Alam dan Wisata Sulsel yang tayang live di channel Youtube Tribun Timur, Jumat (26/2/2021).
"Potensi pariwisata Sulsel tentunya terus kita kembangkan hingga saat ini meski karena faktor infrastruktrur masih ada beberapa tempat wisata yang sulit untuk dijangkau. Meski demikian berbagai upaya untuk pengembangan tersebut tetap dilakukan," jelasnya.
Pemerinta Sulsel tak berjalan sendiri. Ditopang dengan berbagai stakeholder pemerintahan, salah satunya, Otoritas Jasa Keuangan (oJK) yang juga turut andil dalam memberikan peningkatan potensi wisata yang ada di Sulawesi Selatan.
Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Moh Nurdin Subandi menyebutkan berbagai kontribusi OJK dalam mendukung pengembangan upaya pemerintah Sulsel berbasis pariwisata.
"Pemulihan ekonomi nasional pun dilakukan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) Sulsel dan PT Bank Sulselbar menargetkan akan menyalurkan kredit Rp 5,62 triliun ke beberapa sektor ekonomi," jelasnya.
Bahkan, sambungnya, sejak 2 Oktober 2020 PT Bank Sulselbar telah menerima dana dalam rangka PEN sebesar Rp 1 triliun.
Tak hanya itu saja, Moh Nurdin Subandi mengungkapkan OJK telah bekerjasama dengan pemerintah Sulsel membentuk Tim Perpecepatan Akses Keuangan Daerah.
Dari TPAKD ini telah ditetapkan program fasilitas akses keuangan salah satunya di sektor pariwisata. Adapun daerah fokus program dimaksud adalah Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Maros, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Kepulauan Selayar selaras dengan fokus pada destinasi yang telah ditetapkan Gubernur Sulsel.
Laporan Wartawan Tribun Timur Desi Triana