Breaking News:

Tribun Makassar

Jamal Laporkan Presiden Jokowi ke Polrestabes Makassar

Sosok yang dilaporkan atas dugaan itu, adalah Joko Widodo atau presiden Republik Indonesia.

TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Sekelompok warga yang menamakan diri Aliansi Umat Sulawesi Selatan mendatangi Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmadi Yani, Jumat (26/2/2021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekelompok warga yang menamakan diri Aliansi Umat Sulawesi Selatan mendatangi Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmadi Yani, Jumat (26/2/2021) sore.

Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan tindak pidana menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Sosok yang dilaporkan atas dugaan itu, adalah Joko Widodo atau presiden Republik Indonesia.

Dalam laporannya, Aliansi Umat Sulsel melampirkan bukti tayangan youtube dan pemberitaan media, soal kerumunan saat Joko Widodo berkunjung ke Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Pelapor dalam kasus itu, mendatangi ruang SPKT Polrestabes Makassar.

Namun, tidak berselang lama, oleh petugas yang piket diarahkan ke ruang Satuan Reskrim, lantai dua Mapolrestabes Makassar.

"Aliansi Ummat Sulawesi Selatan dengan ini melaporkan, dugaan tindak pidana menghalangi penyelenggara kekarantinaan kesehatan, yang dilakukan oleh seseorang yang diduga bernama Joko Widodo yang juga sebagai presiden Republik Indonesia," kata Jamal Kamaruddin, ditemui usai melaporkan kasus itu di ruang Satreskrim.

Betel, sapaan Jamal Kamaruddin, menjelaskan bahwa hari Rabu 24 Februari 2021 ia melihat tayangan berita di youtube Kompas TV tentang kunjungan presiden Joko Widodo.

Dalam kunjungan itu, kata dia tampak jelas terlihat adanya kerumunan warga di tengah pandemi Covid-19.

"Intinya disini melanggar protab kesehatan," ujar Betel.

Atas dasar itu, kata dia, aparat penegak hukum semestinya melakukan tindakan penegakan hukum sesuai azas equality before the law (persmaan kedudukan di mata hukum).

"Jangan hukum ini hanya (berlaku) ke masyarakat. Semuanya, apa yang dikatakan dalam amandemen Undang-Undang Dasar, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mana keadilan itu," tuturnya.

Menurut Betel, apa yang ia laporkan telah diterima Polrestabes Makassar. Namun, belum ada penjelasan resmi dari Polrestabes Makassar, ihwal laporan itu.

Jurnalis Tribun telah berusaha mengonfirmasi ke Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana dan Kasat Reskrim Kompol Agus Khaerul terkait laporan itu. Namun, belum mendapat jawaban.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved