Breaking News:

Tribun Sulsel

FGD Pengelolaan Potensi Pariwisata Sulsel, Gubernur: 2 Tahun Kami Sentuh Rantepao

Kabupaten Soppeng pun memiliki kondisi pariwisata strategis yaitu permadian air panas le’ja Soppeng.

TRIBUN TIMUR/NUR FAJRIANI
Focus Group of Discussion Tribun Timur bersama Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (26/2/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Selama masa pandemi sektor pariwisata sangatlah menurun, meski demikian pemerintah terus berusaha dengan segala stakeholder demi memajukan perekonomian, khususnya di Sulawesi Selatan.

Hal itu diakui oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam program Forum Grup Discussion (FGD) dengan tema pengelolaan potensi alam dan wisata Sulsel yang tayang live di Channel youtube  Tribun Timur, Jumat (26/2/2021). 

“ Potensi pengelolaan potensi alam dan wisata Sulsel tentunya terus kita kembangkan dan tetap melakukan peningkatan aktifitas untuk menempuh dan menuju dinas wisata daerah, meski demikian berbagai upaya untuk pengembangan tetap dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya salah satu destinasi wisata yakni Toraja yang menjadi ciri khas Sulsel baik bagi wisatawan lokal maupun internasional serta infrastruktur yang memadai di akses kota tentunya menjadi salah satu wisata yang belum bisa disajikan secara maksimal.

“ 2 tahun ini kami sentuh terus Rantepao, akses pejalan kaki dan akses wisata semua itu sudah kami bangun dengan baik, kami ingin ada kunjungan yang berulang dan ada promosi dari pengunjung wisata, spot spot foto di Sulsel termasuk Toraja akan menjadi yang terbaik, oleh karena itu kami berusaha memberikan pelayanan maksimal dan fasilitas yang mendukung,” tuturnya.

Kendati demikian, pada tahun 2020 pemerintah telah merampungkan bandara Toraja sehingga wisatawan yang ingin ke toraja tidak perlu lagi naik bus 9 jam cukup 40 menit naik pesawat.

Ia menambahkan jika saat ini pemerintah dalam rangka mendorong arus penumpang dan memberikan subsidi tiket Rp 200 ribu per penumpang.

“ Selain itu kami juga menghabiskan anggaran strategis sarana fasilitas di toraja, tentu kami ingin mewujudkan sarana toraja yang lebih bebas debu dan ramah turis,” jelasnya.

Menurutnya tak hanya Toraja, Kabupaten Soppeng pun memiliki kondisi pariwisata strategis yaitu permadian air panas le’ja Soppeng.

“ potensi pariwisata lainnya yang sedang kami kembangkan adalah potensi wisata sehat dengan melakukan penyempurnaan akses permadian air panas ini akan kita perluas, dibuat lebih nyaman, lebih indahc kalau kita lihat akses saat ini menuju jalan sudah pada lebar, yang tadinya sempit nah kami juga sedang melakukan pembangunan  jalan pintas antara kabupaten soppeng menuju barru,” ucapnya.

“ Jadi bisa kita lihat beberapa tahun terakhir semua kawasan wisata kita perbaiki infrastrukturnya atau mungkin kita bisa lihat bira, tanjung bira menjadi salah satu wisata bahari yang paling menarik,” tambahnya.

Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Nurdin Subandi mengatakan berbagai kontribusi OJK dalam mendukung pengembangan upaya pemerintah Sulsel khususnya sektor pariwisata.

" Pemulihan ekonomi nasional dilakukan dengan program PEN, HIMBARA Sulsel dan PT Bank Sulselbar akan menyakurkan kredit sebesar Rp 5,62 triliun ke beberapa sektor ekonomi," terangnya.

Selain itu, OJK telah bekerjasama dengan pemerintah Sulsel membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah.

Adapun daerah fokus program tersebut yakni Kabupaten Tana Toraja, Maros, Bulukumba, Kepulauan Selayar.

Penulis: Dian Amelia
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved