Breaking News:

Gempa Sulbar

Warga Dayanginna Mamuju Keluhkan Pendataan Rumah Rusak, Husni: Masa Kami Harus di Tenda Terus

Warga Kelurahan Dayanginna, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Husni, mengeluhkan pendataan rumah bagi korban gempa bumi.

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Rumah warga Kelurahan Dayanginna, Kecamatan Tapalang Mamuju, Sulbar, yang rusak akibat gempa bumi pada 15 Januari lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU --Warga Kelurahan Dayanginna, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Husni, mengeluhkan pendataan rumah bagi korban gempa bumi.

Dia mengaku rumahnya dengan kondisi rusak berat tidak masuk dalam pendataan tahap pertama yang dilakukan pemerintah kabupaten.

"Saya heran ini pak, data yang keluar tidak ada nama saya, bahkan di Kelurahan Dayanginna hanya satu warga namanya keluar, sebagian besar warga pusing ini," Kata Husni kepada Tribun Timur, Kamis (25/2/2021).

Husni sangat menyesalkan pemerintah daerah yang seakan mengabaikan penderitaan warga Keluragan Dayanginna yang menjadi korban musibah gempa.

"Bantuan itu kami sangat harapkan, tapi kenapa pemerintah tidak memasukkan data kami di Dayanginna, bagaimana caritanya ini, masa kami harus tinggal di tenda terus,"ucapnya.

Sementara itu Lurah Dayanginna, Lenny mengatakan, dirinya merasa bingung data rumah rusak yang ia serahkan ke BNPB Provinsi tidak ada yang masuk dalam tahap pertama.

"Semua data wargaku sekitar 300 rumah lebih yang rumah rusak saya sudah serahkan BPBD provinsi, bahkan saya begadang mengimput, tapi kenapa hanya satu orang bisa saya pastikan warga saya, masuk dalam tahap pertama," tutur Lenny via telfon.

Lenny mengatakan, data yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah Mamuju untuk tahap pertama berjumlah 35 orang untuk wilayah Dayanginna dan sekitarnya.

Namun sebagian besar bukan warga Kelurahan Dayanginna.

"Persoalan ini saya sudah sampaikan kepada pihak terkait, seperti BNPB dan perkim tapi tidak ada bisa menjelaskan kenapa bisa data tesebut tidak sesuai, bahkan saya sempat marah marah, mala mereka meminta saya untuk memasukkan data ke tahap kedua,"tegasnya.

Lenny mengatakan, dirinya saat ini berupaya untuk memasuk data warganya ke pendataan tahap kedua.

"Harapan kami, sisa pendataan tahap kedua ini. Semoga data itu tidak berubah lagi" tuturnya.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved