Breaking News:

Tribun Enrekang

Soal Polemik Tambang Galian C di Desa Pana Enrekang, Camat Alla: Kita Tutup Sementara

Adanya tambang galian C yang saat ini beroperasi di atas tanah sengketa antara Jumriati dengan Isa banyak menuai sorotan publik. 

ist
Camat Alla, Zulkifli (kanan) saat berkoordinasi dengan aparat desa 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG-Adanya tambang galian C yang saat ini beroperasi di atas tanah sengketa antara Jumriati dengan Isa banyak menuai sorotan publik. 

Diatas tanah sengketa yang terletak di Desa Pana, Kecamatan Alla saat ini terjadi aktivitas penambangan yang dilakukan oleh H. Muchlis.

Camat Alla, Zulkifli mengatakan, telah menyampaikan kepada Aparat Desa Pana untuk menutup sementara aktifitas tambang galian C tersebut.

Penutupan akan dilakukan sampai terbit Putusan MA karena kasus ini sudah ada pada tahap Kasasi.

"Saya lihat ada dua yang dipermasalahkan warga yaitu penumpukan material dibadan jalan  dan adanya Sutet dilokasi tambang," kata Zulkifli, Kamis (25/2/2021).

"Jadi tadi saya sudah sampaikan kepada Staf Desa Pana supaya kegiatan ditambang itu dihentikan untuk sementara sampai ada putusan MA," tambahnya.

Camat termuda di Enrekang ini menegaskan, semua aset peemerintah harus dijaga. 

Temasuk badan jalan yang saat ini menjadi tempat penumpukan material tambang galian C milik H. Muchlis yang sedang beredar di media elektronik.

Untuk itu, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan peninjauan lokasi dan akan meminta agar Kades Pana menghentikan kegiatan Tambang yang dilakukan pihak H. Muchlis.

"Kita harus melihat dampaknya. Ada Tower Sutet milik PLN, itu bisa roboh jika terus menerus dilakukan pengerukan apalagi saat musim hujan," ujarnya.

Jadi harusnya kemarin itu ada dua poin yang ditulis dalam surat pernyataan, yaitu menghentikan untuk sementara tambang dihentikan dulu," pungkasnya.

Polemik tambang galian C di tanah sengketa tersebut sendiri telah dimediasi di tingkat Polres.

Mediasi mempertemukan Jumriati sebagai pemilik lahan yang saat ini dalam sengketa dengan pihak H. Muchlis selaku pemilik tambang.

Dalam pertemuan tersebut lahir kesepakatan agar dilakukan proses pengembalian batas dengan menghadirkan pihak terkait yakni BPN. (tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, @whaiez

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved