Breaking News:

Tribun Enrekang

Bersengketa, Warga Minta Polisi Hentikan Aktivitas Tambang Galian C di Desa Pana

Kepolisian Resort (Polres) Enrekang mempertemukan beberapa warga Desa Pana, Kecamatan Enrekang yang diduga terlibat dalam kasus sengketa tanah

ist
Kepolisian Resort (Polres) Enrekang mempertemukan beberapa warga Desa Pana, Kecamatan Enrekang yang diduga terlibat dalam kasus sengketa tanah yang saat ini sedang dalam proses Kasasi. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG-Kepolisian Resort (Polres) Enrekang mempertemukan beberapa warga Desa Pana, Kecamatan Enrekang yang diduga terlibat dalam kasus sengketa tanah yang saat ini sedang dalam proses Kasasi.

Pertemuan dipimpin Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Saharuddin didampingi Kasat Intel Marten Ma'na dan KBO Reskrim Polres Enrekang Ipda Muhammad Ise,. SH. 

AKP Saharuddin mengatakan, pertemuan digelar berdasarkan video yang beredar tentang aktivitas galian tambang C yang sedang beroperasi di atas lahan sengketa.

Padahal, lahan tersebut saat ini masih sedang dalam proses Kasasi di Mahkamah Agung.

Untuk itu, Kapolres memanggil pihak-pihak yang terkait dengan masalah tersebut yakni H. Muchlis sebagai pemilik tambang C, Jumriati sebagai pemilik lahan yang sedang dalam sengketa.

Serta memanggil pula Kapolsek Alla, Sekcam Alla, Ansar, Kades Pana Yusram Yunus, Trantib Yusran serta dua orang Warga desa Pana yakni Nelson dan Umar.

Dalam pertemuan tersebut terjadi perdebatan yang sangat alot. 

Pihak H. Muchlis mengklaim lahan yang saat ini dia garap adalah miliknya dengan bukti sertifikasi kepemilikan tanah. 

Sehingga dia bertahan untuk tetap melakukan aktifitas ditempat ini.

" Tanah itu saya harap jauh sebelum ada sengketa disitu. Saya punya akte jual beli dan sertifikasi," kata H. Muchlis, dalam rilis Polres Enrekang yang diterima TribunEnrekang.com, Kamis (25/2/2021).

Halaman
12
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved