Breaking News:

Tribun Sinjai

Cara BPBD Sinjai Hadapi Puncak Cuaca La Nina

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan telah melakukan sejumlah persiapan puncak cuaca La Nina saat ini.

TRIBUN-TIMUR.COM/SAMBA
Pelajar sedang melintasi tanah longsor di Desa Polewali, Kecamatan Sinjai Selatan 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan telah melakukan sejumlah persiapan puncak cuaca La Nina saat ini.

Persiapan yang mereka lakukan yakni mengaktifkan seluruh jaringan dan personel dimasa puncak cuaca  tersebut.

"Kami meningkatkan jalur koordinasi dan komunikasi mulai dari desa-kelurahan hingga ke Posko Utama di BPBD Sinjai," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sinjai, Ahmad Karim, Selasa (23/2/2021).

Selain mengaktifkan personel di dalam kota, pihaknya juga mengaktifkan personel yang ada di desa dan kelurahan yang dianggap rawan mengalami bencana alam.

Selain jalur kordinasi ditingkatkan, BPBD Sinjai juga menyiagakan peralatan seperti perahu karet jika tiba-tiba banjir dan banjir bandang.

Tali, kendaraan mobile sepeda motor dan mobil sarana komunikasi Handy Talky (HT).

Hanya saja BPBD Sinjai saat ini masih tengah kekurangan peralatan berat seperti ekskavator.

Sehingga setiap terdapat bencana banjir dan tanah longsor, BPBD Sinjai harus meminjam peralatan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sinjai.

Dampak cuaca ekstrem, Kabupaten Sinjai memiliki tiga ancaman bencana yakni tanah longsor, angin kencang dan banjir.

Ahmad Karim menyampaikan bahwa dampak cuaca La Nina di Sinjai sejak akhir tahun 2020 lalu hingga Februari 2021 ini.

Cuaca La Nina juga akan panjang hingga puncak musim hujan di Sinjai pada April, Mei dan Juni. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved