Breaking News:

Bank Indonesia

Suku Bunga Acuan Turun, Pengamat Ekonomi Sebut Perbankan Akan Lebih Efektif

Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan pada pekan lalu sebanyak 25 basis poin (bps)

ISTIMEWA
Pengamat Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr H Abdul Hamid Habbe SE MSi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan pada pekan lalu sebanyak 25 basis poin (bps), sehingga posisi BI-7 day reverse repo rate (BI7DRR) saat ini sebesar 3,5 persen,kebijakan moneter ini lantas membawa dampak positif terhadap posisi utang pemerintah.

Pengamat Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr H Abdul Hamid Habbe SE MSi, penurunan suku bunga acuan BI, mengatakan kebijakan tersebut sangatlah tepat dan akan membuat beban bunga utang pemerintah  lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Penurunan BI7DRR diharapkan dapat menjadi penggerak sektor riil, mendorong pemulihan ekonomi melalui penyaluran kredit dan peningkatan investasi sektor swasta," ujarnya Senin (22/2/2021).

"Di sisi lain ada perekonomian melalui perbankan yang kita tahu jika banyak usaha yang kesulitan memperoleh dana dari hasil koperasi utamanya, sementara mereka memilki kewajiban yang harus diselesaikan sehingga terbitlah kebijakan memilih utang jangka untuk membiayai pinjaman dan operasional," tambahnya.

Ia menilai strategi ini sangat cocok dilakukan menilai penerbitan utang pemerintah dengan biaya dana yang lebih rendah akan cenderung efektif dilakukan di tahun ini, mengingat dengan adanya selisih ini menjadi kesempatan bagi perbankan untuk menyelesaikan kewajibannya..

"Selain itu juga, ini memicu pendanaan guna penyelesaian kebutuhan pendanaan perusahaan yang case flow dari koperasi utama sedikit terganggu terutama semenjak terjadinya pandemi, maka dari itu dengan adanya kebijakan ini perbankan akan sangat di untungkan," tuturnya.

Sebagai info, sepanjang tahun ini pemerintah akan menerbitkan SBN sebesar Rp 1,2073 triliun, angka tersebut lebih tinggi 2,55 persen dari realisasi penerbitan SBN tahun lalu sejumlah Rp 1,1772 triliun.

Adapun, pada kuartal I-2021, SBN yang akan ditawarkan pemerintah bakal sebesar Rp 342 triliun atau setara 28,32 persen dari total rencana penerbitan. (*)

Penulis: Dian Amelia
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved