Tribun Sinjai
Investor Mulai Lirik Sapi Perah Sinjai
Salah satu investor mulai melirik pengembangan sapi perah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Salah satu investor mulai melirik pengembangan sapi perah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Investor tersebut tiba di Rumah Jabatan Bupati, Minggu malam, (21/2/2021).
Para investor tersebut didampingi oleh Mahmud Ahmad, konsultan di bawah naungan Alliance of Arthure D Little.
Mahmud Ahmad mengatakan, Sinjai pernah mengembangkan sapi perah. Namun, dalam perjalanannya macet karena terkendala pasar dan penyakit ternak.
Kendala yang dialami waktu itu akan diatasi dengan ilmu pengetahuan. Untuk penyakit ternak, maka dokter hewan akan dilibatkan untuk mengantisipasi hal tersebut.
Sementara untuk kendala pasar, investor telah menjalin kerja sama dengan perusahaan pengguna susu yang ada di Yogyakarta.
" Jika jadi perusahan akan membuat keju spesialis atau artisan untuk diekspor ke Filipina, Jepang, sementara kebutuhan dalam negeri di Jawa dan Bali," katanya.
Senin (22/2/2021) hari ini mereka melakukan survei detail dan identifikasi lapangan di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat sebagai langkah awal.
Sebab, tahun ini pengembangan sapi perah akan dimulai.
Pihaknya akan mendata petani yang pernah mengikuti pelatihan dan siap berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Termasuk menanyakan berapa jumlah sapi perah yang mau dikembangkan oleh masyarakat.
Mereka selama dua minggu ke depan melakukan indentifikasi di Sinjai Barat.
Ia menyebut tapi kalau melihat potensi Sinjai Barat, bisa dua ribu sampai tiga ribu ekor sapi perah bisa dikembangkan.
Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) menyambut baik dan mendukung penuh rencana pihak swasta untuk menanam investasi di wilayahnya.
" Tentu hal ini akan berdampak positif dan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Sinjai khususnya di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat," katanya.
Apalagi, pengembangan sapi perah ini pernah dilakukan di masa pemerintahan Bupati Sinjai, Andi Rudianto Asapa saat menjabat sebagai bupati pada tahun 2004 lalu.
Sehingga, potensi Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk sarana dan prasarana yang dimiliki sudah cukup mumpuni untuk menjalankan aktifitas ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/aminuddin-zainuddin-sedang-berbincang-dengan-petani-ternak-sapi-di-desa-barania.jpg)