Breaking News:

Penanganan Covid

Sebulan Pasca Gempa, Covid-19 Sulbar Meningkat Dua Kali Lipat

Peningkatan positiv covid-19 atau virus corona di Sulbar pasca gempa cukup melaju.

Satgas Covid-19 Sulbar
Grafik perkembangan kasus Covid-19 di Sulawesi Barat (dinas kesehatan) Jumat (19/2/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Peningkatan positiv covid-19 atau virus corona di Sulbar pasca gempa cukup melaju.

Data dari Dinkes Sulbar menyebutkan, ada 2020 orang yang terpapar hingga tanggal 6 Januari 2021 lalu.

Sekitar sebulan kemudian yakni, tanggal 10 Februari 202, meningkat dua kali lipat menjadi 4.701 orang.

Bahkan, per 19 Februari 2021 jumlahnya sudah mencapai 5.042 orang yang terpapar corona di Sulbar.

Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Didi Asran  kembali mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokoler kesehatan. 

"Adanya pengungsian dan menggejalanya masyarakat yang kurang disiplin lagi pasca gempa membuka ruang bagi meningkatnya orang yang positif corona. Untuk itu, saya meminta kepada seluruh masyarakat Sulbar agar kembali peduli dan waspada dengan resiko tertular covid"imbahnya, Sabtu (20/2/2021).

Didi Asran yang baru menjabat Plt. Kadis beberapa pekan lalu mengatakan, pihaknya akan melanjutkan pola yang dilakukan oleh pejabat sebelumnya dalam hal pencegahan penyebaran virus corona. 

Di antaranya, akan lebih memaksimalkan lagi para tenaga kesehatan untuk terus memantau dan mengantisipasi perkembangan penyebaran covid 19 melalui pola yang biasa disebut dengan 3 T.  

Testing, tracing alias penelurusuran kontak erat dan treatmen atau tindak lanjut berupa perawatan pada pasien covid 19.

"Bencana ini memang memberi dampak yang luar biasa. Tetapi kita harus tetap peduli dengan covid 19. Bahkan seharusnya harus lebih waspada lagi" tutur Didi Irsan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Sulbar, Safaruddin mengaku tak terlalu kaget dengan peningkatan jumlah positif covid. Meski telah dimasifkan sosialisasi, imbauan dan langkah langkah pencegahan dan penangkalan.

Tetapi suasana pasca gempa, sebut Safaruddin membuat potensi penyebaran virus memang semakin terbuka. Apalagi, masyarakat seakan tak lagi menggubris akan bahaya dari virus corona.
  
"Sekarang karena situasi sudah mulai agak tenang, saya harap masyarakat mulai kembali disiplin. Sebab bagaimana pun, kalau tak ada disiplin masyarakat menerapkan protokoler kesehatan susah untuk menahan laju positif covid. Hilangkan sikap menganggap remeh covid. Jaga keselamatan diri kita, keluarga dan orang lain. Sebelum ini bertambah parah, selain 3 T, kunci memutus mata rantai penyebaran covid adalah 3 M" tegas Safaruddin, Sabtu (20/2/2021). (*)

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribun-timur.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved