Breaking News:

Bocah Tenggelam

Sebelum Ditemukan Meninggal, 2 Bocah Desa Wara Luwu Utara Sempat Dilarang Mandi di Sungai

Sebelum mayatnya ditemukan mengapung, kedua bocah ini sudah pernah dilarang oleh keluarganya mandi di sungai.

THINKSTOCK.COM via Kompas.com
Ilustrasi tenggelam (THINKSTOCK.COM) 

TRIBUNLUTRA.COM, MALANGKE BARAT - Ajal seseorang ketika saatnya tiba, maka dia tidak memandang umur, pangkat, dan jabatan.

Demikian disampaikan mantan Anggota DPRD Luwu Utara dua periode Abdul Muis atas meninggalnya dua bocah akibat tenggelam di Desa Wara.

Muis mengatakan, dua bocah tersebut, Baso dan Abdul Rahman adalah cucu dan ponakannya.

Sebelum mayatnya ditemukan mengapung, kedua bocah ini sudah pernah dilarang oleh keluarganya mandi di sungai.

"Kemarin kami menegur dan melarangnya mandi di situ, ternyata sore Jumat ini kembali mandi di situ dan ternyata disitulah ajal menjemputnya," kata Muis yang juga mantan Kepala Desa Wara.

"Kami hanya berucap innalillahi wainna ilahi rojiun, selamat jalan cucuku Baso dan ponakanku Abdul Rahman. Semoga Allah menempatkanmu pada surganya, amin," tuturnya.

Kejadian tewasnya Baso bin Akdirman murid kelas 4 SDN Layar Putih dan Rahman bin Ahmad murid kelas 3 SDN Layar Putih menghebohkan warga.

Jenazah keduanya ditemukan warga mengapung di Sungai Jembatan Layar Putih sekitar pukul 16.00 WITA.

Dari keterangan warga yang dihimpun, kedua bocah tersebut awalnya pergi mandi-mandi di sungai.

Mereka ke sungai bersama dua temannya yang lain.

Mandi di sungai adalah hal biasa bagi anak-anak di wilayah pesisir itu.

Namun, tidak diketahui secara persis penyebab keduanya tenggelam.

Kejadian itu baru diketahui warga setelah dua bocah lainnya malapor.

Saat warga tiba di sungai, mayat keduanya sudah mengapung. (*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved