Breaking News:

OJK

OJK Segera Terbitkan Aturan ATMR Khusus Kredit Kendaraan Bermotor

OJK akan segera merilis aturan relaksasi penurunan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) terhadap kredit kendaraan bermotor.

TRIBUN-TIMUR.COM/DIAN AMELIA
Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Muh Nurdin Subandi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSSAR -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang digagas pemerintah.

Dalam waktu dekat ini, OJK akan segera merilis aturan relaksasi penurunan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) terhadap kredit kendaraan bermotor.

Menurut Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Muh Nurdin Subandi aturan relaksasi akan berlaku umum terhadap perbankan  di seluruh wilayah termasuk Sulawesi Selatan.

"Tentunya dalam penyusunan relaksasi yang dikeluarkan tersebut terlebih dahulu dibahas dengan melibatkan perbankan, selanjutnya akan dipublikasikan kepada seluruh perbankan," ujarnya Sabtu (20/2/2021).

"Kita juga tahu bahwa pemerintah telah mengeluarkan PPnBM mulai 1 Maret 2021 yang dilakukan dengan tiga tahapan, tentunya kita mendukung kebijakan tersebut menurunkan ATMR terhadap kredit kendaraan bermotor dengan kualifikasi di bawah 1500 cc," tambahnya.

kebijakan OJK tentunya akan sesuai dengan kondisi perekonomian, selain itu, peran OJK dalam pertumbuhan ekonomi antara lain adalah menyeimbangkan sektor riil dan perbankan agar tidak terdampak terlalu dalam.

Tak hanya itu, dirinya menjelaskan akan ada relaksasi bagi nasabah perbankan terutama untuk pembiayaan daerah Sulawesi Barat yang terkena dampak bencana alam.

OJK telah mengeluarkan POJK Nomor 45/POJK.03/2017 tentang perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan bank bagi daerah tertentu di Indonesia yang terkena bencana alam untuk digunakan sebagai pedoman bagi perbankan.

"Kami sudah mengumpulkan data dan informasi terkait dampak bencana terhadap perekonomian di Sulbar terutama debitur yang terdampak, informasi tersebut sudah kami teruskan kepada kantor pusat untuk dilakukan kajian lebih lanjut dikaitkan dengan POJK Nomor 45," jelasnya.

"Semoga dapat segera di informasikan kepada kami terkait langkah-langkah berikutnya," harapnya. (*)

Penulis: Dian Amelia
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved