Breaking News:

Bank Indonesia: Ekonomi Sulsel Diprakirakan Tumbuh Tinggi di Tahun 2021

Sejalan dengan perbaikan ekonomi global dan nasional, perekonomian Sulawesi Selatan diperkirakan tumbuh lebih tinggi di 2021

ISTIMEWA
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Budi Hanoto 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Sejalan dengan perbaikan ekonomi global dan nasional, perekonomian Sulawesi Selatan diperkirakan tumbuh lebih tinggi di tahun 2021.

Tekanan ekonomi akibat Covid-19 diprakirakan mulai mereda, hal tersebut sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat dan dunia usaha didukung oleh akselarasi program vaksinasi yang dilakukan pemerintah serta penerapan protkes dan berlanjutnya penyaluran stimulus pemerintah turut mendukung perbaikan ekonomi.

"Dari sisi permintaan, perbaikan ekonomi diprakirakan  akan ditopang oleh peningkatan konsumsi dan investasi , seperti perbaikan konsumsi rumah tangga diprakirakan terjadi seiring relaksasi pembatasan fisik,kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), penyaluran stimulus subsidi gaji dan relaksasi pajak, serta terjaganya ekspestasi masyarakat," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Budi Hanoto, Sabtu (20/2/2021).

Hal tersebut mulai terlihat dari perkembangan indeks keyakinan konsumen di Sulsel pada bulan Januari yang menunjukkan perbaikan serta berada pada teritori optimis, ditopang oleh ekspetasi ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan yang mulai membaik.

Sementara itu, aktivitas investasi pada tahun 2021 diprakirakan meningkat seiring dengan keyakinan berusaha yang didukung oleh UU Cipta kerja serta berlanjutnya pembangunan proyek strategis nasional (PSN).

"Aktivitas investasi pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antar daerah melalui penguatan infrastruktur bandara  dan pembangunan jalan tol turut mendukung perbaikan, sejalan dengan hal tersebut , dukungan perbankan untuk aktivitas investasi mengalami peningkatan," jelasnya.

Dirinya menambahkan jika Outstanding kredit investasi sebesar Rp 25 triliun pada bulan Januari 2021, lebih tinggi dibadningkan dengan Desember 2020 yang tercatat Rp 24,9 triliun.

"Dilihat dari perbaikan ekonomi dari sisi eksternal diprakirakan akan ditopang oleh pemulihan aktivitas ekonomi negara mitra dagang utama Sulsel serta harga komoditas ekspor nikel yang berada dalam tren meningkat," tuturnya

Diketahui harga nikel dunia pada bulan Januari 2021 tercatat tumbuh 32,18 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan harga pada bulan Desember yang tercatat tumbuh 27,89 persen (yoy). (*)

Penulis: Dian Amelia
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved