Pilpres 2024
Survei Pilpres 2024, Prabowo Teratas, Anies Turun, Sandi dan Risma? Versi Lembaga Survei Indometer
Prabowo Subianto sebagai calon presiden terkuat masih belum terkalahkan, Ganjar Pranowo saat ini sebesar 15,9 persen. Kang Emil melesat hingga 16,1 %
TRIBUN-TIMUR.COM - Nama Prabowo Subianto masih terdepan sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.
Selain itu nama Anies Baswedan juga mengemuka di jajaran teratas.
Adalagi nama Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, hingga Tri Rismaharini dalam daftar nama calon presiden.
Pilpres 2024 memang masih jauh, tapi sejumlah lembaga survei merilis tingkat kepopuleran calon presiden.
Salah satu lembaga yang merilis nama-nama calon presiden di Pilpres 2024 tersebut adalah Lembaga Survei Indometer.
Survei yang dilakukan Lembaga Survei Indometer pada 1 hingga 10 Februari 2021 terhadap 1.200 responden.
Dari responden tersebut, Lembaga Survei Indometer menemukan hasil elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih kuat.
Sedangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mulai tersalib oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Direktur Eksekutif lembaga Survei Indometer Leonard SB menjelaskan dalam kurun tiga bulan, posisi Prabowo Subianto sebagai calon presiden terkuat masih belum terkalahkan.
Hasil survei menunjukkan elektabilitas Prabowo sebesar 17,2 persen.
Padahal sebelumnya sempat turun dari 17,6 persen pada survei bulan Juli 2020 menjadi 16,8 persen pada survei bulan Oktober 2020.
Sedangkan elektabilitas Ganjar Pranowo saat ini sebesar 15,9 persen.
Sebelumnya naik dari 15,4 persen pada survei Juli 2020 kini menjadi 16,5 persen pada survei Oktober 2020.
Sedangkan Kang Emil melesat hingga 16,1 persen, padahal sebelumnya turun dari 11,3 persen (Juli 2020) menjadi 10,6 persen (Oktober 2020).
"Prabowo masih kokoh sebagai capres terkuat, sementara Ridwan Kamil dan Ganjar kini mulai saling menyalip," ujar Leonard dalam siaran persnya, Kamis (18/2/2021).
Leonard menambahkan melonjaknya elektabilitas Kang Emil menjadi tantangan, bukan hanya bagi Ganjar, tetapi juga koalisi PDIP dan Gerindra.
Ganjar merupakan representasi PDIP, sedangkan Prabowo sangat mungkin dicalonkan lagi oleh Gerindra.
"Meskipun bukan figur partai politik, tetapi Kang Emil terbukti mampu memenangkan dukungan dari parpol-parpol yang berbeda.
"Dimulai dari pemilihan Wali Kota Bandung pada 2013 dan pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2018 silam," ujar Leonard.
Pada posisi berikutnya ada nama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno makin melorot.
Elektabilitas Anies terus menurun, dari 10,1 persen (Juli 2020) menjadi 8,9 persen (Oktober 2020), dan kini 7,6 persen.
Sementara itu Sandi juga terus-menerus merosot, dari 8,8 persen (Juli 2020) menjadi 7,7 persen (Oktober 2020), dan kini 6,8 persen.
"Jika tren ke depan terus menurun, peluang Anies dan Sandi untuk masuk bursa pilpres semakin berat," ujar Leonard.
Di urutan berikutnya ada Khofifah Indar Parawansa mendapat 4,1 persen pada survei Februari ini.
Elektabilitas Khofifah mengalami penurunandari survei sebelumnya Oktober 2020 yakni 4,3 persen.
Sementara survei bulan Juli 2020 Khofifah mendapat 3,8 persen.
Tri Rismaharini mendapat 2,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,3 persen, lalu ada Erick Thohir 1,8 persen, Mahfud MD 1,4 persen.
Kemudian Puan Maharani 1,2 persen, Susi Pudjiastuti 0,6 persen dan Moeldoko 0,3 persen.
Selebihnya masih ada sejumlah nama lain yang elektabilitasnya di bawah 1 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 14,6 persen.
"Masih terbuka peluang peluang bagi tokoh-tokoh baru maupun ceruk suara yang diperebutkan menuju 2024," ujar Leonard.
Survei Indometer ini dilakukan melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019.
Margin of error sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Metode penelitian survei kuantitatif adalah penelitian yang memilih sampel dari populasi tertentu.
Survei ini dengan memanfaatkan kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data yang pokok.
Secara umum berbagai survei melibatkan sampling, walaupun berbeda tujuan dan ruang lingkupnya.
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang memiliki kriteria.
Seperti: berdasarkan fakta, bebas prasangka, menggunakan prinsip analisa, menggunakan hipotesa, menggunakan ukuran objektif dan menggunakan data kuantitatif atau yang dikuantitatifkan.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Hasil Survei Indometer: Elektabilitas Prabowo Kokoh, Ridwan Kamil Salip Ganjar