Breaking News:

UIN Alauddin

Pusat Studi Gender UIN Alauddin Dorong Peraturan Rektor Terkait Pencegahan Kekerasan Seksual

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Alauddin mendorong adanya peraturan Rektor tentang pencegahan kekerasan seksual di kampus

UIN Alauddin
Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Alauddin Makassar Dr Rosmini Amin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Alauddin Makassar terus mendorong adanya peraturan Rektor tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di kampus.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Alauddin Makassar Dr Rosmini Amin, mengatakan bahwa maraknya kekerasan seksual berbasis gender beberapa tahun terakhir menjadi kekhawatiran civitas akademika di lingkup UIN Alauddin Makassar.

"Olehnya sangat penting adanya peraturan Rektor sebagai bentuk kepedulian yang nyata," kata Dr Rosmini Amin via rilis, Kamis (18/02/2021).

Rosmini berharap setelah digelarnya seminar Sosialisasi Draft Peraturan Rektor Terkait Panduan Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual Di Lingkup UIN Alauddin Makassar Tahun 2021, bekerjasama dengan DWP UIN Alauddin Makassar, Kamis (11/02/2021) yang lalu, Keputusan Rektor segera diterbitkan.

Mengingat dalam seminar tersebut, kata dia, telah dipaparkan landasan filosofis, yuridis dan sosiologis pentingnya peraturan Rektor tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di kampus.

Dijelaskan bahwa dalam aspek filosofis, Keputusan Rektor tersebut merupakan mandat terhadap perlindungan hak asasi manusia, penghormatan pada hak dan martabat kemanusiaan, perlindungan dari bentuk diskriminasi dan kekerasan (campus zero tolerance dari kekerasan).

Serta mewujudkan kemaslahatan (jalbil masalih) dan mencegah kerusakan (dar’ul mafasid) dalam lingkup Perguruan Tinggi.

Dalam aspek Yuridis, lanjutnya, keputusan Dirjen Pendis nomor 5494 tahun 2019 tentang Kekerasan Seksual (KS) di PTKI yang perlu diimplementasikan melalui Peraturan Rektor agar lebih operasional.

Apalagi adanya kekosongan hukum penanganan kekerasan seksual yang komprehensif dalam ruang lingkup kampus.

Lebih dari itu, dia menjelaskan bahwa dalam aspek sosiologis, kekerasan seksual yang terjadi di lingkup perguruan tinggi berkelindan dengan pelanggaran etik dan moralitas, penanganan kasus cenderung menggunakan pendekatan penghukuman.

Halaman
12
Penulis: Rudi Salam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved