Breaking News:

Berbahan Dasar Emas, Uang Koin 850.000 Bergambar Pak Harto Masih Beredar tapi Susah Ditemukan

Berbahan Dasar Emas, Uang Koin 850.000 Bergambar Pak Harto Masih Beredar tapi Susah Ditemukan

int
Uang Koin 850.000 Bergambar Pak Harto 

TRIBUN-TIMUR.COM - Selama ini Uang Koin yang beredar di masyarakat diketahui hanya uang dengan nominal kecil.

Uang tersebut di antaranya koin pecahan Rp 50, Rp 100, Rp 200, Rp 500, dan Rp 1.000. Namun, ternyata ada Uang Koin dengan nominal besar, melansir Kompas.com, Kamis (18/02/2021) mencapai Rp 850.000 untuk satu kepingnya.

Uang koin tersebut bergambar Soeharto, Presiden RI ke-2.

Uang Koin 850.000 Bergambar Pak Harto
Uang Koin 850.000 Bergambar Pak Harto (int)

Sampai saat ini uang tersebut masih beredar di masyarakat dan belum ditarik peredarannya.

Seperti pecahan atau kepingan lainnya uang ini juga diterbitkan atau dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI). 

Uang ini, melansir laman situs BI, termasuk dalam uang edisi khusus 50 tahun kemerdekaan Indonesia.

Tidak main-main uang ini berbahan dasar dari emas dengan kadar 23 karat. 

Uang logam ini memiliki berat 50 gram dengan diameter 35 mm, ketebalan 2,78 mm dan dicetak menggunakan teknik cetak proof.

Bagian depan uang ini bergambar lambang burung garuda dengan 50 bintang yang melingkari gambar utama. Teks "Bank Indonesia", tahun penerbitan 1995, dan teks nominal "850000 RUPIAH".

Pada bagian belakang terdapat gambar Presiden ke-2, Soeharto. Bagian ini juga mencantumkan logo DHN - 45.

Lalu terdapat 50 bintang yang melingkari gambar utama serta teks "LIMA PULUH TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA"

Karena jumlahnya yang terbatas, uang ini kerap jadi incaran para kolektor.

Harga koin emas ini bisa lebih mahal di kalangan kolektor karena merupakan emisi khusus.

Di tahun yang sama, BI juga menerbitkan uang koin edisi khusus berbahan emas lain, yakni emas dengan gambar belakang temu wicara Presiden Soeharto dengan masyarakat, logo DHN-45 bernilai Rp 300.000 dan berat 17 gram.

Sumber: Kompas TV

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved