Breaking News:

Amplop dan Pengakuan Kepala Sekolah Jadi Bukti Pengungkapan Kasus Korupsi Fee 3 Persen Disdik Sulbar

Dari hasil pemeriksaan saksi, yang juga kepala sekolah di Sulbar ini telah mengakui bahwa mereka diminta menyetor kepada para oknum di Disdikbud

Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Kejati Sulbar melakukan konferensi pers terkait penetapan tersangka kasus dugaan korupsi jalan Salutambung-Urekang, Senin (24/8/2020). 

Tahun 2020 sebesar 3 persen di bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar.
Amplop

Usai menetapkan tersangka, penyidik Kejati Sulbar kini memperlihat barang bukti sejumlah setoran dari kepala sekolah ke fasilitator senilai Rp 783.826.550.

Diungkapkan Feri, uang yang di setor kepada oknum Disdik dikemas dalam bentuk amplop bertuliskan nama sekolah menjadi barang bukti penyidikan DAK

SMA tahun 2020 se Sulbar. Uang itu diperuntukan untuk dinas pendidikan dan kebudayaan.

”Kami bisa kumpul uang kerugian negara dari fasilitator senilai 700 juta lebih, dan uang itu adalah pemberian dari setiap Kepsek yang menerima DAK tahun

2020, sebagai upah jasa oleh fasilitator pembuatan RAB dan desain gambar," kata Feri.

Ia mengungkapkan uang 3 persen hasil dari potongan DAK itu untuk fasilitator, merupakan akal - akalan dari tiga tersangka sebab tidak memiliki payung hukum sehingga dinyatakan kasus pemerasan.

"Dan kemungkinan uang ini akan masih bertambah jumlahnya. Dan soal berapa jumlah kerugian negara, penyidik Kejati Sulbar masih berkoordinasi ke

pihak BPKP Sulbar, untuk mengetahui berapa besar total kerugian negara pada proyek DAK tahun 2020," tuturnya.

Ia menambahkan kerugian negaranya belum bisa rinci secara total karena masih dalam perhitungan BPKP dan kasus ini masih dilakukan penyidikan tambahan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved