Breaking News:

Pilkada Mamuju

MK Tolak Gugatan Habsi-Irwan, Kuasa Hukum Tina-Ado Harap Kliennya Segera Dilantik

Kuasa hukum Sutinah Suhardi - Ado Masud, Syamsul Asri, berharap kliennya segera dilantik menyusul MK menolak gugatan H Habsi Wahid - Irwan SP Pababari

ist
Kuasa hukum Tina-Ado saat memberikan keterangan pers usai mengikuti sidang virtual MK 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Kuasa hukum Sutinah Suhardi - Ado Masud, Syamsul Asri, berharap kliennya segera dilantik menyusul MK menolak gugatan H Habsi Wahid - Irwan SP Pababari.

Sidang pengucapan putusan dan ketetapan perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Mamuju 2020 secara virtual, Rabu (17/2/2021).

"Semoga dalam beberapa hari kedepan KPU Mamuju dapat menindak lanjuti secepatnya,"kata Syamsul Asri kepada Tribun-Timur.com, usai mengikuti sidang virtual dari Mamuju.

Dia berharap di bulan Februari ini atau tanggal 26 Februari, kliennya dilantik secara serentak.

Apalagi Mamuju termasuk kabupaten yang bupatinya berakhir periodenya pada 17 Februari 2021.

Syamsul Asri menambahkan, eksepsi atau jawaban termohon dan pihak terkait atas gugatan pemohon dianggap beralasan hukum oleh MK.

Sehingga pemohon dianggap tidak memiliki kedudukan hukum dalam mengajukan permohonan.

"Makanya dalam pokok permohonan, majelis hakim MK mengatakan bahwa permohonan pemohon tidak dapat diterima. Artinya perkara 112 kabupaten Mamuju tidak dapat dilanjutkan ke sidang pembuktian,"katanya.

Dia menambahkan, yang tidak diterima majelis hakim MK atas gugatan H Habsi Wahid - Irwan SP Pababari terkait perolehan suara.

"Selisih suaranya itu jauh, 6,9 persen, sementara ketentuan untuk Mamuju mengajukan gugatan selisih 1.5 persen," ujarnya.

Atas dasar itu pihak pemohon dianggap tidak memilik kedudukan hukum sehingga tidak perlu lagi masuk ke pokok permohonan.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved