Breaking News:

Tribun Parepare

Aliansi Peduli UMKM Parepare Unjuk Rasa Tuntut Warkop Buka Sampai Jam 12 Malam

Puluhan pendemo tersebut menuntut jam oprasional malam bagi pelaku UMKM dilonggarkan hingga pukul 24.00 Wita. 

TRIBUN TIMUR/DARULLAH
Hari Jadi Kota Parepare diwarnai aksi demonstrasi oleh aliansi peduli UMKM di depan kantor Wali Kota, Rabu (17/2/2021. Puluhan pendemo tersebut menuntut jam operasional  UMKM seperti warkop, kafe, warung makan, dilonggarkan hingga pukul 24.00 Wita.  

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Hari Jadi Kota Parepare diwarnai aksi demonstrasi oleh aliansi peduli UMKM di depan kantor Wali Kota, Rabu (17/2/2021. 

Puluhan pendemo tersebut menuntut jam operasional  UMKM seperti warkop, kafe, warung makan, dilonggarkan hingga pukul 24.00 Wita. 

Pasalnya, pembatasan jam malam tersebut dinilai merugikan para pedagang kecil.

Dalam perwali Covid-19 telah ditetapkan pembatasan jam oprasional malam, hanya sampai pukul 20.00 wita. Dengan jumlah pengunjung 25% dari kapasitas ruangan.

Baru-baru ini Pemkot Parepare kembali lagi memperpanjang pembatasan jam malam. Itu berlaku mulai 14 Februari hingga 22 Februari 2021.

Sebagai bentuk kekecewaan dengan hasil putusan tersebut, pendemo membawa cetakan spanduk menyerupai piagam penghargaan kepada Wali Kota Parepare atas berhasilnya memutus mata rantai pencaharian masyarakat.

Selain itu, pendemo tampak membawa perlengkapan elekton dan biduan untuk menyanyi dan berjoget di tengah aksinya.

Jenderal Lapangan Aksi, Hasdar Bachtiar menegaskan jika tuntutan mereka tidak digubris, maka UMKM kembali demo. 

"Setidaknya ada 20 persen peluang tuntutan kami diterima. Jika tuntutan tidak dipenuhi, maka kami kembali turun dengan aksi yang lebih besar,” kata dia.

"Katanya mau memulihkan ekonomi, tapi membatasi pedagang. Itu artinya mematikan ekonomi," ujarnya.

Sementara Sekda Parepare Iwan Asaad yang menerima perwakilan pendemo di dalam Kantor Wali Kota Parepare, mengatakan akan segera menyampaikan aspirasi itu ke Forkopimda.

"Tidak ada keputusan dari saya. Ini hanya menerima aspirasi. Kemudian keputusannya pada satgas dari Forkopimda," kata Iwan. 

"Tuntutan pendemo akan kita kaji lebih lanjut bersama Forkopimda," terangnya.

Penulis: Darullah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved