Breaking News:

Gempa Sulbar

Sebulan Pascagempa, BPBD Sulbar Baru Akan Salurkan Bantuan Tenda

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, baru akan menyalurkan bantuan tenda untuk para penyintas gempa bumi di Kabupaten Majene, Mamuju

ist
Kepala BPBD Sulbar Darno Majid saat melakukan rapat dengar pendapat dengan pansul pengawasan logistik DPRD Provinsi di tenda darurat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, baru akan menyalurkan bantuan tenda untuk para penyintas gempa bumi di Kabupaten Majene, Mamuju dan Polman.

Kepala BPBD, Darno Majid mengatakan, tenda itu akan diserahkan langsung ke BPBD masing-masing kabupaten, selanjutnya diserahkan kepada masyarakat.

"Sore ini akan disalurkan, untuk Kabupaten Majene dan Mamuju masing-masing 1.000 unit tenda sementara Polman 200 unit,"kata Darno Majid kepada Tribun usai RDP dengan  pansus pengawasan logistik DPRD Sulbar ditenda darurat, Selasa (16/2/2021).

Dia mengatakan, keterlambatan dalam penyaluran terpal dikarenakan ada mekanisme dan data yang terlambat masuk.

"Nanti mereka yang bagi,"ucap Darno.

Dia mengungkapkan, terpal yang tersedia di BPBD sebanyak 5.000 unit, kemudian diserahkan ke BPBD Majene dan Mamuju masing-masing 1.000, Polman 200, kemudian 1.000 sudah tersalurkan langsung ke masyarakan.

"Jadi 3.800 total tenda yang dibagi oleh BPBD karena harus ada stok di BPBD untuk jaga-jaga, siapa tau ada kebutuhan yang mendesak,"ujar Darno.

Kata Darno, 1.000 tenda satu kabupaten tersebut belum cukup namun akan diserahkan berdasarkan prioritas.

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim mengatakan, pihaknya akan mengawasasi langsung penyaluran bantuan tenda ke posko pengungsian untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran dan tepat guna.

"Tadi kita sudah duduk bersama, saling berkoordinasi dengan pihak BPBD Provinsi dan kabupaten, kita lihat bagaimana keluhan pengungsi selama ini akan kebutuhan tenda,"kata Rahim.

Menurut Rahim, tidak boleh bantuan yang masuk di Sulbar terlalu lama disimpan atau digudangkan, sehingga pihaknya mendesak untuk segera disalurkan sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Ibaratnya bantuan datang hari ini, besok langsung disalurkan,agar masyarakat kita di tenda pengungsian bisa cepat terfasilitasi kebutuhannya,"tuturnya.

Berdasarkan data pos transisi darurat bencana ke pemulihan, warga yang masih mengungsi di Mamuju 38.469 ribu jiwa dan Majene 11.032 ribu jiwa.

Pengungsi di Mamuju tersebar di enam kecamatan, yakni Mamuju, Simboro, Tapalang, Tapalang Barat, Kalukku dan Papalang. Sementara di Majene tersebar di dua kecamatan, yakni Malunda dan Ulumanda .(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved