Breaking News:

PSM Makassar

Rentetan Kesulitan PSM di 2020-2021, Tak Miliki Homebase Hingga Sanksi FIFA, Ini Reaksi Suporter

PSM Makassar mengalami kesulitas sepanjang tahun 2020 dan awal 2021, mulai dari sanksi FIFA hingga tak punya homebase

TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
PSM Makassar merayakan gelar juara Piala Indonesia 2018-2019 setelah mengalahkan Persija Jakarta agregat 2-1 di Stadion Mattoanging, Makassar, Selasa (6/8/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- PSM Makassar diterpa berbagai permasalahan sepanjang tahun 2020 dan awal 2021 ini.

Berbagai pihak pun mulai menyimpulkan, manajamen PSM mulai kesulitan menghadapi persoalan yang dihadapi.

Sejatinya, PSM mulai bangkit kembali sejak ditangani Munafri Arifuddin sebagai CEO pada 2016 lalu.

Pengelolaan klub terus menunjukan tren perbaikan dan berbuah prestasi.

Dalam tiga edisi Liga 1 Indonesia 2017-2019, PSM selalu ditempatkan sebagai calon juara.

Liga 1 2017, tim berjuluk Juku Eja finish di posisi ketiga klasemen akhir.

Musim berikutnya, PSM bercokol sebagai runner up dan hanya terpaut satu poin dari juara Liga 1 2018, Persija Jakarta.

Memasuki musim 2019, PSM bahkan meraih trofi Piala Indonesia.

Di kancah turnamen Asia, PSM mewakili Indonesia di ajang AFC Cup dalam dua tahun terakhir yakni 2019 dan 2020.

Pengelolaan lainnya juga tengah dirintis, mulai dengan membangun Akademi PSM yang berhomebase di Mamuju, Sulawesi Barat.

Halaman
123
Editor: Alfian
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved