Breaking News:

Tribun Bulukumba

Menangkan Perusahaan yang di Blacklist untuk Proyek Jembatan Bialo, DPRD Bulukumba Soroti ULP

Mega proyek jembatan muara Sungai Bialo, di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

firki/tribunbulukumba.com
Legislator PPP Bulukumba, Andi Pangerang Hakim. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Mega proyek jembatan muara Sungai Bialo, di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba.

Pasalnya, mekanisme lelang yang dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) dinilai terkesan terburu-buru.

Salah satunya terlihat dengan dimenangkannya rekanan yang sebelumnya telah masuk dalam daftar hitam atau telah di-blacklist.

Hal tersebut disampaikan oleh Legislator PPP Bulukumba, Andi Pangerang Hakim.

"Kita sudah gelar RDP kemarin terkait Jembatan Bialo. Saya selaku ketua komisi A, meminta untuk menunda pengumuman pemenang. Kenapa ditunda, karena ada yang janggal disini," kata Pangerang Hakim, Selasa (16/2/2021).

ULP dianggap tak berpedoman pada Perpres 16 tahun 2018, tentang pengadaan barang dan jasa.

Bagaimana tidak, ULP memenangkan penawar tertinggi sebagai pemenang, yang tentunya tak sejalan dengan asas Perpres tersebut yakni efisien, efektif, akuntabel, transparan, dan adil.

"Harusnya jika berdasarkan Perpres, ada asas efisien disitu. Harusnya memenangkan penawaran paling terendah, bukan yang tertinggi. Kan sisanya bisa digunakan untuk membangun tanggul atau pemecah ombak," kata Ketua Komisi A DPRD Bulukumba itu.

Kejanggalan lainya itu, dari lima perusahaan, hanya ada satu harga pabrikan yang dijadikan sampel harga pembanding.

Sehingga menjadi tanda tanya, mengapa penawaran perusahaan yang ikut lelang berbeda satu sama lain.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved