Breaking News:

Tribun Bantaeng

Kisah Nuni Warga Bira-Bira Bantaeng, Kehidupan Keluarga Bergantung dari Pecahan Batu Gunung

warga di Kampung Bira-Bira Bantaeng hanya bergantung dari pekerjaan sebagai pemecah batu gunung

TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Nuni (kanan) saat ditemui di rumahnya di Kampung Bira-Bira, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kehidupan warga di Kampung Bira-Bira yang berada di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng masih sangat jauh dari kata sejahtera.

Warga yang bermukim di Kampung yang tak jauh dari kediaman Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah itu masih hidup serba kekurangan.

Pasalnya, mereka hanya bergantung dari pekerjaan sebagai pemecah batu gunung yang biasanya digunakan untuk membangun pondasi bangunan.

Sementara, penghasilan dari pekerjaan itu sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Seperti yang dirasakan oleh salah satu warga Kampung Bira-Bira, Nuni, yang harus menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pemecah batu gunung

"Warga disini kabanyakan sama seperti saya bekerja sebagai pemecah batu untuk menghidupi keluarga. Walaupun sedikit penghasilan hanya itu yang bisa dikerja," kata Nuni, kepada TribunBantaeng.com Senin, (15/2/2021).

Dari pekerjaannya itu, Nuni berpenghasilan dengan upah Rp 100 ribu untuk satu mobil batu yang mampu dia dipecah.

Itupun pesanan batu gunung tak menentu. Kadang dalam waktu sepekan dia hanya mendapat pesanan sebanyak 3 mobil.

Selain itu, dia juga berprofesi sebagai tukang panen buah kapuk yang juga diberi upah Rp 100 ribu per pohon.

Namun, itu dia kerjakan hanya ketika waktu panen tiba satu tahun sekali.

Halaman
123
Penulis: Achmad Nasution
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved