Breaking News:

Pajak Mobil Baru 0 Persen Mulai Maret 2021, Investasi Pengusaha Meningkat?

Pemerintah telah memutuskan akan memberlakukan kebijakan subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil mulai Maret 2021

Pajak Mobil Baru 0 Persen Mulai Maret 2021, Investasi Pengusaha Meningkat?
ISTIMEWA
Pengamat Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr H Abdul Hamid Habbe SE MSi

TIRBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah telah memutuskan akan memberlakukan kebijakan subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil mulai Maret 2021 untuk memacu daya beli masyarakat.

Kebijakan itu, tidak terlepas dari upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada masa pandemi Covid-19.

Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mendorong industri manufaktur karena kontribusinya sektor ini ke PDB yang cukup besar.

Menurut Pengamat Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr H Abdul Hamid Habbe SE MSi, kebijakan bebas pajak mobil baru tidak akan membuat pendapatan negara yang berasal dari pajak akan hilang.

Karena, PPnBm akan ditanggung pemerintah (DTP), yang artinya akan masuk sebagai belanja perpajakan.

"Misalnya kita berbicara riten, kan banyak ukuran ada Riten of Investment (ROI) jadi investasti yang ditanam pengusaha tahun lalu, katakanlah sudah beroperasi investasinya di tahun ini maka dengan adanya insentif guna mempercepat riten atau memperbesar ROI akan meningkat," Ujarnya Senin (15/2/2021).

"Diharapkan di 2021 dengan insentif ini akan mempercapat kembalinya investasi yang dilakukan pengusaha di tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.

Pemberian insentif ini akan dilakukan secara bertahap selama 9 bulan, di mana masing-masing tahapan akan berlangsung selama 3 bulan.

Insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif akan diberikan pada tahap pertama, lalu diikuti insentif PPnBM sebesar 50 persen dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua, dan insentif PPnBM 25 persen dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga.

"PPnBM ini sebagai proses pemulihan ekonomi, kalau di pemulihan ekonomi baru diberikan maka akan berjalan lambat membutuhkan waktu lebih panjang lagi, apalagi kita ketahui industri otomotif penjualannya sangat turun drastis turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.

Insentif pajak tersebut diharapkan dapat meningkatkan kekuatan daya beli masyarakat dan memberikan jumpstart pada sektor perekonomian.

"Dengan diturunkannya, itu menjadi pemicu yang bagus untuk kembalinya perekonomian dengan baik dan saya menduga nanti ketika ekonomi membaik, maka PPnBM akan ikut kembali naik lagi," jelasnya. (*)

Penulis: Dian Amelia
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved