Breaking News:

Tribun Enrekang

Ketua IMM Enrekang: Kader IMM Harus Mampu Berdiaspora

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Enrekang menggelar Darul Arqam Madya (DAM)

ISTIMEWA
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Enrekang menggelar perkaderan tingkat menengah yakni Darul Arqam Madya (DAM) se-Sulawesi Selatan 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG -Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Enrekang menggelar perkaderan tingkat menengah yakni Darul Arqam Madya (DAM) se-Sulawesi Selatan untuk keempat kalinya.

Acara pembukaan dilaksanakan di Aula Kampus I Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Kabupaten Enrekang.

Kegiatan DAM Angkatan IV mengangkat tema 'Rekonstruksi Leadership Kader Sebagai Wujud Eksistensi Menuju IMM Berdiaspora'.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Muh. Saleh memaparkan bahwa jumlah peserta yang dinyatakan lulus berkas (administrasi) adalah sebanyak 72. Adapun yang mengikuti tes seleksi sebanyak 65 orang.

"Dari 65 orang calon peserta tersebut, akan disaring lagi oleh Tim Seleksi dan akan diumumkan dinyatakan sebelum forum DAM dimulai pada malam hari nanti di Gedung SKB Kab. Enrekang," kata Muh. Saleh, Senin (15/2/2021).

Sementara itu, Ketua Umum PC IMM Kab. Enrekang, Dedi Setiawan mengatakan ada maksud khusus yang terkandung dalam tema DAM Angkatan IV ini.

“Berdiaspora dimaksudkan agar kader IMM bisa berkiprah di mana saja dan mengambil peran-peran strategis baik pada dimensi keummatan, persyarikatan maupun dimensi kebangsaan sebagaimana yang menjadi tipologi kader IMM,” ucap Dedi.

Kader IMM harus mampu berdiaspora dalam lingkup internal Muhammadiyah dan juga lingkup eksternal serta berperan sebagai social control bagi dunia Mahasiswa dan publik, sambungnya.

Ada kegelisahan dari tubuh kader IMM bahwa sebagian kader IMM merasa minder ketika berdialektika dengan masyarakat secara luas terutama dalam dunia kemahasiswaan, ini semacam krisis identitas. 

Selain itu nampak juga gejala krisis ketokohan dan kepercayaan serta krisis kepemimpinan, susah memimpin kelompok bahkan memimpin diri. 

Halaman
12
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved