Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Sungai Pongkeru Tercemar, DPRD Luwu Timur Panggil Direktur PT CLM

Terjadinya pencemaran sungai tersebut diduga, akibat aktivitas pertambangan yang dilaksanakan PT CLM.

TRIBUN TIMUR/IVAN ISMAR
Sungai Malili tercemar, warnanya coklat pekat. 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - DPRD Luwu Timur kembali memanggil PT Citra Lampia Mandiri (CLM) untuk rapat dengar pendapat (RDP), Senin (15/2/2021).

RDP terkait permasalahan (pencemaran) lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Pongkeru, Laskap dan Kelurahan Malili, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Terjadinya pencemaran sungai tersebut diduga, akibat aktivitas pertambangan yang dilaksanakan PT CLM.

"Iya, besok (Senin) RPD soal masalah pencemaran lingkungan," kata Anggota Komisi III, Alpian kepada TribunLutim.com, Minggu (14/2/2021).

RDP berlangsung di ruang rapat Komisi III itu turut mengungdang Direktur PT CLM untuk hadir.

Sungai Pongkeru sampai Sungai Malili ini airnya berwarna coklat pekat. Air sungai berubah warna pasca hujan turun.

Pada Jumat (3/1/2020) lalu, DPRD Luwu Timur juga menggelar RDP terkait pencemaran lingkungan dan pelanggaran Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) akibat aktivitas tambang PT CLM.

Rapat waktu itu dipimpin Wakil Ketua II, Usman Sadik. Hadir saat itu Kepala DLH Luwu Timur, Andi Tabacina Alhmad dan Kabid Penataan Lingkungan DLH, Nasir DJ.

Dalam rapat itu, Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Badawi Alwi melontarkan julukan Macam Ompong kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur

"DLH ini seperti macan ompong," kata Badawi Legislator Golkar dalam rapat saat itu.

Perkataan itu keluar karena Badawi menilai DLH Luwu Timur lemah terkait persoalan pencemaran Sungai Pongkeru dan Sungai Malili.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved