Breaking News:

Tribun Bantaeng

Harga Bawang Merah di Bantaeng Makin Anjlok

Penyebab anjloknya harga biasanya diakibatkan karena banyaknya bawang merah dari daerah lain

TRIBUN TIMUR/ACHMAD NASUTION
Aktivitas petani di Desa Bonto lonjong, Kecamatan UluEre, Kabupaten Bantaeng saat melakukan panen bawang merah. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Harga bawang merah di Kabupaten Bantaeng semakin anjlok.

Kini hanya sebesar Rp10 ribu untuk per kilogram (kg).

Hal itu disampaikan oleh Darman, petani di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng.

"Harga bawang merah hanya Rp 10 ribu per kg  dibelikan pedagang," kata Darman kepada TribunBantaeng.com, Minggu, (14/2/2021).

Dikatakan, sebelumnya harga bawang merah di Bantaeng sudah sangat anjlok yakni, Rp 14 ribu per kg.

Kini petani tambah sengsara dengan terusnya terjadi penurunan harga yang bisa membuat mereka mengalami kerugian besar.

"Sebelumnya harganya bawang merah sudah sangat di bawah, per kg hanya Rp 14 ribu sekarang tambah turun lagi sengsara kita kalau begini terus bisa jadi rugi besar," ujarnya.

Menurutnya, apabila harga normal bawang merah per kg sebesar Rp. 20 ribu, bahkan kadang mencapai hingga Rp 28 ribu per kg.

Di masa pandemi Covid-19 harga Rp 20 ribu itu sudah terjadi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Covid-19 sudah tak lagi menjadi penyebab anjloknya harga.

Penyebab anjloknya harga biasanya diakibatkan karena banyaknya bawang merah dari daerah lain yang masuk di Kabupaten Bantaeng.

Namun, Darman juga menduga bisa saja terjadi permainan harga dari sebagian pedagang yang menginginkan keuntungan yang banyak.

"Banyak dugaan biasanya karena banyak barang (bawang merah) masuk di Bantaeng atau beredar di daerah lain tapi harganya tidak sampai begini jadi bisa juga karena adanya permainan harga sebagian pedagang yang mau untung banyak," jelasnya.

Penulis: Achmad Nasution
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved