Breaking News:

Tribun Majene

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria Asal Kota Baru Lompat dari Kapal Saat Perjalanan ke Majene

Seorang  penumpang Kapal Perintis Sabuk Nusantara 93 dilaporkan hilang, Sabtu (13/2/2021).

ist
Penyidik Kepolisian sedang melakukan pengambilan keterangan saksi atas hilangnya seorang penumpang Kapal 

TRIBUN - TIMUR. COM, MAJENE -- Seorang  penumpang Kapal Perintis Sabuk Nusantara 93 dilaporkan hilang, Sabtu (13/2/2021).

Ia diduga melompat dari atas kapal saat perjalanan dari Kota Baru Kalimantan ke Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Korban diketahui bernama Hajir (25) warga asal Perumnas Rampa Baru, Kelurahan Semayap Kecamatan Pulau laut Utara Kabupaten Kota Baru.

Kepala Satuan Polair Polres Majene, AKP Syafruddin menjelaskan kronologi kejadian pada Jumat 12 Februari sekitar pukul 15.00 wita.

Kapal Perintis Sabuk Nusantara 93 bertolak dari Kota Baru dengan tujuan Majene.

Menurut dari keterangan saksi, sebelum dilaporkan hilang,  sekitar pukul 17.00 wita, korban tersebut sempat teriak-teriak di ruang penumpang disebabkan karena penyakit bawaan (stres).

Kelasi Kapal atas nama Aldin irfan lalu melaporkan kepada perwira jaga di anjungan dan ABK lainnya, sehingga Hajir dan temannya tersebut ditegur oleh ABK

Korban  dan Saini kemudian dipisahkan dari ruang penumpang lain dan ditempatkan dikamar kosong di Deck 2 untuk mngantisipasi tidak terjadi lagi suasana yang tidak menyenangkan dengan penumpang lain.

Menurut AKP Syafruddin, pada Sabtu (14/2/2021) pukul 02.00 wita, mereka berdua keluar dari kamar dan mengobrol di hall deck 2 sekitar kamar mandi penumpang.

Namun pada saat itu saksi Saini tertidur beberapa saat dan terbangun pukul 02.20 wita, korban sudah ditemukan, bahkan saksi Saini sempat mencarinya disekeliling kapal.

Bahkan proses pencarian dibantu oleh juru mudi kapal atas nama Sofyandi mulai  bagian dalam dan luar kapal, namun tetap tidak di temukan.

Karena tidak ditemukan,  Sofyan menyampaikan kejadian tersebut kepada Nahkoda kapal.

Nahkoda Kapal Amirudin pun langsung memerintahkan untuk memutar balik haluan dan melakukan pencarian secara zig zag karena diduga  Hajir terjun kelaut.

"Pencarian dilakukan dari pukul 03.00 wita sampai pukul 06.20 wita namun tidak membuahkan hasil, sehingga Nahkoda memutuskan untuk melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan Majene," Paparnya.

Menurut keterangan dari saksi Saini, korban diduga memiliki penyakit bawaan (penyakit mental). Kejadian di perkirakan pada saat kapal berada di perairan Selat Makasar.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved