Breaking News:

Tahun Baru Imlek 2572

Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili & Tahun Baru Imlek 4719 Huangdi Jelang 1 Rajab 1442 Hijriah

Sekretaris Yayasan Marga Thoeng Makassar Hasdy SSi MSi mengatakan kebanyakan warga Tionghoa di Indonesia memakai perhitungan Kongzili

dok.tribun
Ucapan Selamat Imlek 2572 dari Hasdy SSi MSi sekeluarga 

Tahun Baru Imlek bagi umat Khonghucu bukan sekedar tradisi budaya atau eforia belaka, Tahun Baru (Xin Nian) atau Xin Chun (musim semi baru) yang selanjutnya dikenal dengan Tahun Baru Imlek, bukan sekadar pergantian musim, bukan sekadar tradisi atau budaya saja tetapi mengandung makna spiritual, sosial, dan makna budaya.

Tahun Baru Imlek menjadi momentum untuk instropeksi diri, juga memperbaharui diri agar menjadi manusia baharu.

Sekretaris Yayasan Marga Thoeng Makassar Hasdy SSi MSi mengatakan, pada 12 Februari 2021 ini, dunia memasuki Tahun Kerbau yang menandakan semangat kerja keras, hal-hal positif untuk melewati kemuraman akibat pandemi Covid-19.

Disebutkan Sekretaris Yayasan Marga Thoeng Makassar Hasdy SSi MSi mengatakan, meskipun deraan pandemi Covid-19 masih belum berlalu, dunia tetap dapat menatap Tahun Baru Imlek 4719 Era Huangdi atau Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili ini dengan harapan, yaitu dengan kerja keras dan daya tahan.

“Menurut kalender Tionghoa yang berputar dalam siklus 60 tahun berdasarkan 12 cabang duniawi; masing-masing diwakili oleh satu tahun hewan (Shio) dan lima elemen tahun, yaitu kayu, api, tanah, logam dan air. 2021 adalah Tahun Kerbau Logam, hewan kedua dari 12 zodiak Tionghoa,” jelas Sekretaris Yayasan Marga Thoeng Makassar Hasdy SSi MSi.

Berbeda dengan Tahun Tikus yang digambarkan dengan kecepatan, keras, dan aktif, kerbau menurut Sekretaris Yayasan Marga Thoeng Makassar Hasdy SSi MSi, dikaitkan dengan perlambatan, lunak, dan pasif.

“Menurut para astrolog, binatang ini merupakan simbol kerja keras, positf, dan kejujuran. Di seluruh negara, terutama di negara-negara Asia yang mayoritas merupakan negara agraris, kerbau memiliki kedekatan hubungan dengan panen dan kesuburan. Kerbau sering digunakan petani untuk membantu mereka membajak sawah untuk mengembalikan unsur hara,” jelas Sekretaris Yayasan Marga Thoeng Makassar Hasdy SSi MSi.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved