Breaking News:

Myanmar

Militer Myanmar yang Kudeta Aung San Suu Kyi Berubah, Dulunya Membantai Kini Dekati Etnis Rohingya

Perubahan yang dilakukan pihak militer tersebut muncul setelah mendapat kecaman luas dari pihak internasional terkait kudeta mereka.

Editor: Arif Fuddin Usman
AFP/YE AUNG THU via Kompas.tv
Min Aung Hlaing kini pimpin Myanmar, ternyata dulu terlibat dalam Genosida Muslim Rohingya. Kini mereka berubah dan tawarkan solusi setelah mendapat kecaman internasional. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebuah perubahan ditunjukkan militer Myanmar yang melakukan kudeta kepada pemerintah Aung San Suu Kyi.

Pihak Militer yang melakukan kudeta ke pemerintahan sah tersebut dilaporkan mulai mendekati Muslim Rohingya di Rakhine.

Perubahan yang dilakukan pihak militer tersebut muncul setelah mendapat kecaman luas dari pihak internasional terkait kudeta mereka.

Terlebih soal kecaman jika mereka melakukan kudeta akan membuat Rohingya semakin menderita sebagai mana dulu mereka membantainya.

Bahkan demonstrasi besar-besaran juga terjadi di Myanmar. Apa yang dilakukan militer menjadi tanda tanya besar.

Pasalnya militer turut melakukan pembantaian etnis Rohingnya beberapa tahun silam.

Kabara terbaru, rezim militer baru mengirimkan surat kepada pemerintah Bangladesh melalui duta besarnya di Myanmar untuk menjelaskan alasan kudeta tersebut.

Hal itu seperti diberitakan Intisari dari asiantimes.com (9/2/2021), tak lama setelah menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis.

Mereka menjelaskan tentang tuduhan penipuan pada pemilu November 2020, di mana partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menang dengan gemilang.

Tawarkan Solusi Masalah Rohingya

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved