Breaking News:

OPINI: AMPG Jadi Magnet Milenial dan Pemicu Elektoral Golkar, Sejarah dan Kiprahnya

Pada Munas 1998, merupakan masa masa sulit bagi Partai Golkar, karena Jenderal Purnawirawan Edi Sudrajat, Mantan Panglima ABRI mundur dari Golkar

Editor: AS Kambie
nurul adha
Mahmud Nuhung, Kader Golkar 

Banyak analis dan pakar menyatakan kemenangan Golkar karena kepiawaian  Akbar Tanjung, mereposisi Golkar menjadi Partai Politik.

Ia membangun citra dengan meninggalkan jargon lama. Misalnya, posisi Golongan Karya, menjadi Partai Golongan Karya, sekaligus memantapkan konsolidasi dan reformasi internal untuk memenuhi tuntutan perkembangan demokrasi yg sedang berlangsung di Indonesia

Pertama, Golkar mengubah paradigma sebagai Golkar Baru yg mengubah AD dan membubarkan Dewan Pembina, namun tetap kelanjutan dari Golongan Karya yg lahir 20 Oktober 1964.

Kedua, memantapkan posisi Ormas yang melahirkan, yang dilahirkan menjadi ormas yang punya peran sebagai sumber kader bagi Partai Golkar, sekaligus merumuskan kembali hubungan historis sebagai inspirasi Sekber Golkar.

Ketiga, membentuk kekuatan baru secara internal dengan melahirkan KPPG dan AMPG sebagai sayap Partai.

Sayap partai ini yang massif pembentukannya di daerah sampai level wajib pilih di seluruh Indonesia sehingga tersedia sumber daya memasuki Pemilu 2004

Sebagai sumber kader, sayap partai ini berperan sebagai katalisator menyerap pemilih pemula dan kaum perempuan.

Data pemilih perempuan Pemilu 2004 sebanyak 42 persen sedangkan pemilih pemula sekitar 17 persen.

Pada Rapim V Golkar, 9-11 Maret 2002 disepakati  dibentuknya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) sebagai hasil kerja komisi organisasi yang disepakati dan disyahkan pada rapat paripurna  tanggal 11 Februari 2002.

Ketika penutupan Rapimnas V, kembali direkomendasikan pembentukannya dengan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved