Breaking News:

OPINI: AMPG Jadi Magnet Milenial dan Pemicu Elektoral Golkar, Sejarah dan Kiprahnya

Pada Munas 1998, merupakan masa masa sulit bagi Partai Golkar, karena Jenderal Purnawirawan Edi Sudrajat, Mantan Panglima ABRI mundur dari Golkar

nurul adha
Mahmud Nuhung, Kader Golkar 

Oleh: Mahumud Nuhung
Kader Partai Golkar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) sebagai sayap pemuda dari keluarga besar partai Golkar, kini memasuki usia ke-19, sejak mulai dideklarasikan pada 11 Februari 2002.

Kehadiran AMPG ini akan jadi magnet bagi pemilih milenial dan akan jadi pemicu elekroral Partai Golkar dalam menjalani pertarungan kekuasaan politik di masa mendatang.

Era kekinian pemilih milenial semakin bertambah banyak sehingga AMPG harus memperbanyak komunikasi usia milenial agar mampu  merekrut pemilih milenial itu sehingga akan menjadi pemicu semakin meningkatkan elektoral Partai Golkar.

Kehadiran AMPG sejak kelahirannya diharap menjadi laboratorium kader muda bagi Partai Golkar untuk dilatih dan melahirkan kader tangguh dan militan guna memantapkan ideologi kekaryaaan.

Pada Munas 1998, merupakan masa masa sulit bagi Partai Golkar, karena Jenderal Purnawirawan Edi Sudrajat, Mantan Panglima ABRI mundur dari Golkar setelah kalah dari Akbar Tanjung  diputaran kedua dengan perolehan suara AT (17) dan ES (10), walaupun di putaran pertama ES  (15) AT (10) dan Sri Sultan (1).

Edi Sudrajat (ES) bahkan mendirikan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), diikuti oleh Ibu Mien Sugandi yang keluar dari Golkar mendirikan Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

Bahkan, gelombang reformasi juga menyeret Partai Golkar ke sisi tebing dengan slogan "bubarkan Golkar"  karena antek orde baru.

Namun, Pemilu pertama era reformasi 2004 justru Partai Golkar sebagai pemenang, pilihan rakyat, sekaligus pemilu lansung pertama sejak Indonesia merdeka.

Sebagai pemenang pemilu, ia kalah di pilpres. Akan tetapi hanya diwakili JK  jadi wakil presiden, sekalipun diusung partai lain berpasangan dengan SBY.

Pertanyaan mendasar yg sangat esensi adalah mengapa di masa krisis itu justru menjadi pemenang.

Halaman
1234
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved