Breaking News:

Tribun Mamasa

Kadis Pendidikan Mamasa Sebut Dana BOS Bisa Digunakan Beli Pulsa Bagi Guru dan Murid

Hampir setahun proses belajar bagi peserta didik di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilakukan secara daring.

tribun-timur.com/semuel
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa, Muh Syukur 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Hampir setahun proses belajar bagi peserta didik di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilakukan secara daring.

Kebijakan itu dilakukan dihampir semua daerah untuk menghindari klaster penularan covid-19.

Di Mamasa, demi memutus mata rantai penyebaran covid-19, peserta didik tidak diwajibkan mengikuti proses belajar secara tatap muka.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa, melakukan dua opsi proses belajar dan mengajar, yakni secara Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring).

Bagi wilayah yang memungkinkan dilakukan belajar tatap muka, maka proses belajar secara tatap muka tidak menjadi soal, dengan mendapat persetujuan dari pihak Dinas dan orang tua murid.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa, Muh Syukur, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/2/2021) siang tadi.

Muh Syukur menjelaskan, sejak masa pandemi covid-19, sebagian besar sekolah melakukan proses belajar secara Daring.

Karena itu, untuk memudahkan guru maupun peserta didik, Dana Operasional Sekolah (BOS), kata Syukur, diperbolehkan untuk dialokasikan terhadap biaya pulsa data.

"Sesuai surat edaran Menteri Pendidikan, itu diperbolehkan," katanya.

Untuk di Mamasa lanjut dia, beberapa sekolah yang dapat mengakses internet, sudah beberapa bulan melakukan hal itu.

"Sudah ada beberapa sekolah yang mengalokasikan dana BOS untuk pembeli pulsa," pungkasnya.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved