Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Petani Sawit Luwu Timur Diduga Ditipu, Dijanji Rp 25 Juta Dana PSR KAMU Tapi Tak Kunjung Dicairkan

Petani sawit yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) Sintuwu, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur merugi karena kegiatan program peremajaan sawit

ist
hamparan perkebunan sawit di wilayah Tarengge Kecamatan Wotu hingga Tomoni 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Petani sawit yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) Sintuwu, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur merugi karena kegiatan program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Program PSR ini ditangani Koperasi Agro Mandiri Utama (KAMU).

Anggota poktan Sintuwu, Kurung mengaku sawitnya di lahan seluas 3.3 hektare sudah ditebang mulai November 2019 hingga Februari 2020 untuk program PSR ini.

Dari lahan itu, Kurung mampu memperoleh Rp 1 juta per hektare setiap kali panen. Panen kadang dua kali dilakukan per bulan. Tapi sekarang sawit sudah ditebang.

Poktan Sintuwu terdiri dari 43 orang dan ketua kelompoknya adalah Esra Ratengku.

Ketua kelompok ini ditunjuk langsung oleh Kepala Desa Sintuwu, Petrus Frans.

Pada program PSR, petani dijanji mendapat dana Rp 25 juta per hektare sumbernya dari dana hibah Kementrian Pertanian (Kementan) RI Rp 60 miliar dalam kegiatan replanting.

Kurung melanjutkan, mekanisme penyaluran dana itu langsung ke petani yaitu masuk ke rekening kelompok.

Namun dana yang masuk ke rekening kelompok hanya diketahui beberapa orang saja.

"Ini tidak transparan. Seharusnya kan dana itu dikelola masing-masing petani. Tapi ini dana ini tidak jelas," curhat Kurung kepada TribunLutim.com lewat sambungan telepon, Rabu (10/2/2021).

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved