Breaking News:

Tribun Wajo

Kasus Pelecehan Kades Lempong Wajo, Polisi Terima Rekaman Upaya Penyogokan

Kasus pelecahan seksual yang melibatkan Kepala Desa Lempong, Abdul Karim belum juga berujung

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kasus pelecahan seksual yang melibatkan Kepala Desa Lempong, Abdul Karim belum juga berujung.

Meski dibebaskan demi hukum, status Abdul Karim sendiri sampai saat ini masih tersangka kasus pelecehan seksual.

Pasalnya, berkas perkara yang diajukan penyidik Polres Wajo ke Kejaksaan Negeri Wajo hanya bolak balik dan tak kunjung P21.

Manuver terus dilakukan pihak tersangka. Bahkan, keluarga korban angkat bicara terkait manuver yang kian melecehkan.

Keluarga tersangka meminta kepada korban, yakni AP (23) untuk mencabut laporan polisinya dengan imbalan uang sebesar Rp 50 juta. Hal itu diungkapkan kakak kandung korban, berinisial AD.

"Adik saya pernah ditelepon oleh istri dari pak desa (Nurasia), dia diminta untuk mencabut laporannya di polisi. Katanya kalau laporannya sudah di cabut, akan diberi uang senilai Rp50 juta. Kami tidak ingin uang sogokan, kami juga punya uang, saya hanya ingin menegakkan harga diri keluarga," kata AD, Rabu (10/2/2021)

Bukan sekadar omong kosong, AD memiliki rekaman percakapan telpon istri Kades Lempong itu dengan adiknya.

Menurut AD, upaya penyogokan yang dilakukan Nurasia, yang juga berstatus Kepala Desa Balielo aktif itu secara tidak langsung mengakui perbuatan suaminya yang melecehkan AP di Kantor Desa Lempong, Kecamatan Bola pada Juli 2020 lalu.

Bahkan Abdul Karim sendiri berapa kali mendatangi keluarga dan mengakui perbuatannya dihadapan orang tua kami.

"Di hadapan orang tua kami pak desa mengakui perbuatannya, ia bermohon dan menangis agar perbuatan yang dia telah lakukan dimaafkan. Selain itu kami juga pernah di mediasi di kantor Kecamatan, di hadapan ibu camat, pak desa juga mengakui perbuatannya. Makanya saya heran kenapa sampai saat ini kasusnya belum jelas," katanya.

Terpisah, Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah membenarkan bahwa berkas perkara yang dikirim ke Kejaksaan Negeri Wajo dikembalikan. Bahkan, sudah tiga kali berkas perkara itu kembali dengan berbagai petunjuk.

"Berkasnya dikembalikan lagi, ada beberapa petunjuk dari jaksa yang diberikan. Kita masih upayakan," katanya.

Selain itu, dikonfirmasi terkait rekaman upaya penyogokan yang dilakukan istri Abdul Karim terhadap korban, pihak kepolisian juga telah memiliki salinan rekaman.

"Betul penyidik telah menerima rekaman percakan AP dan Istri dari Abdul Karim," kata mantan Wakapolres Minahasa Utara itu. (*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved