Breaking News:

HUT Ke 17 Tribun Timur

Angka Keramat 17 Bagi Tribun Timur, Filosofi Mata Lokal Menjangkau Indonesia

kekuatan lokal menjangkaui dan merawat Indonesia. Selamat ulang tahun ke-17 Tribun Timur, mata lokal menjangkau Indonesia!

Editor: AS Kambie
Dokumen Firdaus Muhammad
Dr Firdaus Muhammad, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel 

Oleh:
Firdaus Muhammad
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar/Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Usia 17 tahun bagi Tribun Timur memiliki makna mendalam. Ibarat remaja, usia 17 tahun adalah masa paling indah, beranjak dewasa. Proses pencarian jatidiri dengan pelbagai romantikanya, mengajarkan proses kreatif dan kritis membaca realitas. Mata media, membaca dan melihat realitas, belajar pada pengalaman.

Demikianlah Tribun Timur di usia 17 tahun ini mencerminkan kecakapannya melihat dengan mata lokal menjangkau Indonesia. Tagline ulang tahun yang inspiratif.

Mata Politik Lokal

Tribun Timur sejak awal kelahirannya 17 tahun silam memosisikan diri sebagai media yang memakai mata lokalitas, mencermati persoalan keseharian yang menjadi perhatian.

Persoalan kecil yang acapkali terabaikan mata publik tetapi mata framing Tribun kian tajam hingga melahirkan kesadaran publik.

Dalam konteks ini, dimensi edukasi media dimainkan untuk makin peka terhadap persoalan kecil tetapi memiliki daya jangkau luas, Indonesia.

Mengajak pembaca membaca dengan kacamata lokal untuk menatap Indonesia, sebab negeri ini dibangun dari kekuatan lokalitas. Untuk maju, sejatinya harus bersentuhan dengan globalisasi, tapi untuk mandiri dengan identitas dan jati diri, semestinya dengan kekuatan lokal.

Mata lokal menjadi keniscayaan untuk lebih peka dan peduli dalam berbuat lebih nyata. Salah satu aspek yang selalu menjadi sorotan Tribun Timur adalah soal politik, terutama politik lokal. Setidaknya, aspek ini menjadi bagian yang saya sering teropong.

Terasa dalam serangkaian wawancara politik, dimensi lokalitas menjadi perekat. Visinya membangun politik lokal untuk penguatan demokrasi di Indonesia, politik lokal harus sehat.

Soal partisipasi yang rendah atau partisipasi partisan menjadi problem berdemokrasi itu harus dilawan secara edukatif.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved