Breaking News:

Tribun Mamasa

50 Warga Korban Gempa di Tabulahan Mamasa Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

Gempa 6,2 SR yang mengguncang wilaya Sulawesi Barat pada 16 Januari 2021, juga berdampak disejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa.

TRIBUN-TIMUR.COM/SEMUEL
Camat Tabulahan, Usman Kadir 

TRIBUNMAMASA.COM, TABULAHAN - Gempa 6,2 SR yang mengguncang wilaya Sulawesi Barat pada 16 Januari 2021, juga berdampak disejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa.

Sedikitnya dua kecamatan yang terdampak parah akibat gempa tektonik yakni Kecamatan Aralle dan Tabulahan.

Dilaporkan sebanyak 594 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa di dua kecamatan itu. Terdiri dari rusak berat 56 unit, rusak sedang 98, dan rusak ringan 440 unit.

Hingga jelang sebulan pasca gempa, sejumlah penduduk masih tetap bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Khusunya warga di Desa Timoro, Kecamatan Tabulahan. Di desa ini, dilaporkan 50 warga masih bertahan di tenda pengungsian.

Demikian disampaikan Camat Tabulahan, Usman Kadir saat dikonfirmasi di Posko Satgas Covi-19 Mamasa, Selasa (10/2/2021) siang.

Usman menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat 50 jiwa yang bertahan di tenda pengungsian, lantaran tempat tinggalnya mengalami kerusakan dan tak layak dihuni pasca diguncang gempa.

"Mereka ini mendirikan tenda disekitar rumahnya karena untuk mengantisipasi adanya gempa susulan," jelasnya. 

Selain rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa, kata dia, juga terdapat rumah ibadah yang mengalami kerusakan. 

Meski demikian, warga yang masih bertahan di tenda pengungsian tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya.

"Kita sudah imbau agar tetap waspada,  tetapi aktifitas perekonomian tetap berjalan," pungkasnya.  

Laporan wartawan @sammy_rexta

 
 

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved