Breaking News:

Tribun Gowa

500 Bidang Tanah di Gowa Akan Dinilai Tim Appraisal, Wabup Minta Transparan

Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni menerima kunjungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman

ist
Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni menerima kunjungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni menerima kunjungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Gowa, Selasa (9/2/2021).

Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni meminta tim appraisal (penilai) untuk pengadaan tanah Bendungan Jenelata bekerja secara terbuka dan transparan kepada pemilik lahan.

"Tim appraisal dituntut untuk bekerja transparan terkait penilaian tanah untuk Bendungan Jenelata. Jangan ada yang terkesan ditutup-tutupi," ujarnya. 

Menurutnya, hal ini penting agar masyarakat bisa memperoleh informasi yang jelas. 

Sehingga proses pelaksanaan pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Jenelata berjalan dengan lancar. 

"Tim penilai harus mengindentifikasi dengan jelas yang ada dalam lokasi, yang terpenting adalah keterbukaan kepada masyarakat," kata Karaeng Kio panggilan akrab Wabup Gowa.

Sementara itu, PPK Pengadaan Tanah SNVT Pembangunan Bendungan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Muh Ikhsan Hatta mengatakan, sebanyak 500 bidang tanah yang akan dinilai oleh tim appraisal dan penilaian akan dimulai Rabu besok (10/2).

"Insya Allah besok tim appraisal sudah akan turun melaksanakan kegiatan lapangan identifikasi di lapangan terkait dengan hasil ukur BPN sebanyak 500 bidang dengan luas kurang lebih 131 hektar," ujarnya.

Ikhsan menyebut, bahwa tahap penilaian appraisal ini aman menentukan nilai yang akan keluar dari hasil inventarisasi dan identifikasi tim appraisal di lapangan terkait dengan harga tanah.

"Setelah ini tim appraisal nantinya akan keluar nilai pembebasan lahan. Proses selanjutnya kita akan melakukan ekspose lagi dengan ketentuan P2P, dalam hal ini Ketua BPN Kabupaten Gowa. Setelah itu disetujui barulah dilakukan musyawarah bentuk ganti kerugian dengan masyarakat," jelasnya.

Dia menjelaskan, bahwa ada berbagai yang menjadi indikator penilaian yang dilakukan oleh tim appraisal, seperti tanahnya sendiri, tanam tumbuh yang ada di atas lahan dan bangunan.

Tanah akan dibagi tiga klaster tanah yaitu tanah kebun, sawah dan perumahan. 

Dirinya juga menargetkan penilaian yang dilakukan oleh tim appraisal ini selesai akhir bulan Februari mendatang, setelah itu akan  dilanjutkan proses pembayaran ganti kerugian di bulan Maret.

Laporan Wartawan Kontributor Tribungowa.com, Sayyid Zulfadli 

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved