Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Lewat Undian, 40 KK Korban Banjir Bandang di Bone Tua Luwu Utara Miliki Rumah Baru

Sebanyak 166 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang dari Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan

ist
Warga Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, kegirangan usai nomor undiannya naik sebagai salah satu penerima huntap di belakang RSUD Andi Djemma Masamba, Senin (8/2/2021). 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Sebanyak 166 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang dari Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mengikuti acara pengundian di Lapangan Kantor Bupati Luwu Utara, Senin (8/2/2021).

Pengundian dilakukan untuk menetapkan 40 Kepala Keluarga (KK) yang berhak menghuni hunian tetap type 36 di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Masamba, Kelurahan Bone Tua.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menegaskan pembangunan huntap akan terus dilakukan, namun berada di lokasi yang berbeda.

Ia juga mengatakan, bantuan huntap ini sifatnya stimulan yang jika dirupiahkan senilai Rp 50 juta per unit. 

"Perlu kita pahami bahwa bantuan ini sifatnya stimulan. Disebut stimulan, karena kita tahu bahwa belum ada orang yang membangun tuntas dengan nilai Rp 50 juta," ujar Indah. 

"Dikatakan stimulan karena floor-nya tidak dikeramik. Dinding dalamnya juga tidak diaci, bapak ibu diberi kesempatan untuk menata sendiri nantinya," sambung dia. 

Bantuan diberikan dalam bentuk pembangunan rumah karena banyak bantuan stimulan selama ini tidak tepat sasaran.

"Memang awalnya bantuan stimulan diberikan dalam bentuk uang, tapi banyak ditemukan di lapangan, bantuan yang diberikan tidak digunakan untuk mendirikan rumah," katanya.

"Itulah kemudian pemerintah kita, merubah kebijakannya dalam bentuk dana stimulan, dengan dibangunkan rumah secara langsung," tuturnya.

Huntap ini juga tidak langsung dihibahkan begitu saja.

Karena berdasarkan aturan yang ada, huntap akan dievaluasi setiap lima tahun untuk memastikan bahwa huntap ini betul-betul dihuni, tidak dijual atau disewakan. 

"Prinsipnya adalah kita ingin memastikan apakah huntap ini dihuni atau tidak. Kalau tidak, kita akan alihkan. Jadi, mohon dipahami dari awal agar tidak ada lagi yang ribut-ribut di belakang," jelasnya.

Kepala Dinas PRKP2 Luwu Utara, Syamsul Syair menyebutkan tahun ini akan kembali dibangun hunian tetap.

"Tahun ini kembali akan dibangun 165 unit huntap di Porodoa dari Kementerian PUPR, 200 unit (Pemprov), serta 1.008 unit dari BNPB, dan masih ada lagi bantuan dari beberapa pihak," tuturnya.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved