Breaking News:

Unhas

Dua Dosen Unhas Raih The Best Review Article Jurnal Oral Diseases

Dua dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih penghargaan The Crispian Scully Research Award 2020 untuk kategori “the Best Review Article”

ISTIMEWA
Dua dosen Unhas meraih penghargaan The Crispian Scully Research Award 2020 untuk kategori “the Best Review Article” dari Oral and Dental Research Trust (ODRT). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih penghargaan The Crispian Scully Research Award 2020 untuk kategori “the Best Review Article” dari Oral and Dental Research Trust (ODRT).

Diketahui, ODRT adalah suatu organisasi non profit dalam bidang penelitian kesehatan gigi dan mulut berbasis di Birmingham, Inggris.

The Crispian Scully Research Award merupakan menghargaan yang diberikan kepada para peneliti dan penulis dalam bidang kesehatan gigi dan mulut di seluruh dunia. 

Award ini untuk mengenang dan menghormati Prof. (Emeritus) Crispian Scully, CBE, FMedSci, DSc, MD, PhD, MDS, FDS, FRCPath. 

Sepanjang hidupnya, Prof Scully mendedikasikan diri sebagai Dewan Penyantun dari ODRT dan dikenal sebagai tokoh dalam bidang akademik klinik.

Dua dosen Unhas yang meraih penghargaan ini adalah dr. Faqi Nurdiansyah Hendra, (Ph.D Candidate - VU University Medical Center Amsterdam) dari Fakultas Kedokteran (FK) Unhas dan drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Sp.BM (K)., Ph.D., dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas. 

Artikel yang meraih penghargaan adalah “Global incidence and profile of ameloblastoma: A systematic review and meta‐analysis”, yang ditulis secara kolaborasi oleh Faqi Nurdiansyah Hendra, Ellen M. Van Cann, Marco N. Helder, Muhammad Ruslin, Jan G. de Visscher, Tymour Forouzanfar, dan Henrica C. W. de Vet. Para penulis lain merupakan peneliti dari VUmc Amsterdam.

drg. Muhammad Ruslin, mengatakan bahwa artikel diterbitkan pada jurnal Oral Diseases Volume 26 Issue 1 Tahun 2019 dengan Impact Factor 2,613 (Clarivate Analytics), Penerbit Wiley.

Artikel ini membahas tentang evaluasi kejadian global ameloblastoma dan untuk memberikan profil pasien ameloblastoma.

Ameloblastoma sendiri merupakan tumor jinak yang berasal dari epitel gigi, pertumbuhannya lambat dan biasanya tanpa disertai keluhan.  Tumor ini umumnya ditemukan pada daerah tempat tumbuh gigi.

“Kebetulan Faqi Nurdiansyah saat ini sebagai PhD student di VUmc Amsterdam, The Neterlands, dimana saya juga sebagai co-promotornya.  Jadi temuan yang dituangkan pada artikel ini merupakan kajian terstruktur yang disertai dengan meta analisis penyakit ameloblastoma yang ada di penjuru dunia saat ini,” kata Ruslin, via rilis Humas Unhas, Senin (8/2/2021).

Best review article sendiri merupakan pengakuan terhadap kualitas dari suatu artikel jurnal yang diterbitkan melalui proses review.  

Salah satu keunggulan artikel yang ditulis oleh dr. Faqi dan drg. Ruslin adalah studi yang dilakukan adalah yang pertama menilai kejadian global ameloblastoma. (*)

Penulis: Rudi Salam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved